Juli 23, 2026 15:25
Breaking News

Peringati HAN 2026, Lapas Muara Teweh Gelar Upacara Bendera

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Hari Anak Nasional 2026 diperingati secara khidmat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh melalui pelaksanaan upacara bendera bersama di lapangan utama Lapas Muara Teweh, Kamis (23/07/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi kedua satuan kerja Pemasyarakatan dalam memperkuat komitmen memberikan perlindungan, pembinaan, dan pendampingan terbaik bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Upacara berlangsung dengan mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Seluruh jajaran pimpinan, pejabat struktural, serta pegawai Lapas dan Bapas Muara Teweh mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Prosesi upacara berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat. Petugas upacara melaksanakan tugasnya secara profesional, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan Suara Anak Indonesia.

Baca Juga  Lapas Gunungsitoli Panen Raya Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian dengan sikap hormat sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pentingnya perlindungan hak anak.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Pemasyarakatan di Muara Teweh untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Lapas dan Bapas memiliki peran strategis dalam memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, pembinaan, pendidikan, serta kesempatan untuk memperbaiki masa depannya melalui pendekatan yang humanis.

Dalam amanat upacara, disampaikan bahwa penanganan ABH harus selalu mengedepankan prinsip restorative justice atau keadilan restoratif.

Pendekatan tersebut menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama dengan mengedepankan pembinaan, pemulihan, dan reintegrasi sosial dibandingkan pendekatan yang bersifat menghukum semata.

Baca Juga  Sinergitas Forkopimda Lebak Makin Solid, Kapolres Perkuat Kolaborasi dengan Kejari, Kodim, dan Brigif 14

Selain itu, seluruh petugas Pemasyarakatan didorong untuk terus memberikan pelayanan yang ramah anak sehingga setiap proses pembimbingan dan pembinaan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem peradilan pidana anak yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada masa depan.

Kepala Lapas Muara Teweh bersama Kepala Bapas Muara Teweh menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa anak merupakan aset paling berharga bagi bangsa Indonesia.

“Melalui tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan pengayoman, pendampingan, pembinaan, serta perlindungan yang ramah anak. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga  10 Pegawai Lapas Kotanopan Resmi Sandang Status PNS Penuh

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Lapas Kelas IIB Muara Teweh dan Bapas Kelas II Muara Teweh kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan yang humanis.

Sinergi kedua instansi diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi anak, termasuk Anak yang Berhadapan dengan Hukum, sehingga mereka tetap memiliki harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *