arapBINTASARA.com, MADURA – Gedung Kuliah POLTERA terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Juli 2026, pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) telah mencapai progres 50,7 persen dan memasuki tahap konstruksi lantai empat. Seluruh pihak yang terlibat terus memperkuat koordinasi agar proyek berjalan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sebagai kontraktor pelaksana menangani pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), serta berbagai pekerjaan pendukung lainnya. Perusahaan terus mengoptimalkan setiap tahapan pembangunan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat selesai sesuai jadwal.
Hadirkan 12 Laboratorium Kesehatan Modern
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menghadirkan bangunan pendidikan yang berkualitas, aman, dan memenuhi standar mutu.
“Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Melalui proyek ini, WSBP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang berkualitas, aman, dan tepat mutu guna mendukung terciptanya fasilitas pendidikan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Fandy Dewanto.
Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan POLTERA akan memiliki 12 laboratorium kesehatan yang mendukung pembelajaran berbasis praktik. Fasilitas tersebut meliputi Laboratorium Workshop Produksi Media, Laboratorium Gerontik dan Promotif, Laboratorium Dasar, serta sejumlah ruang pendukung seperti Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE), Ruang Triase, hingga Ruang Medikal Bedah.
Keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja dan praktik profesional di bidang kesehatan.
Gedung Kuliah POLTERA Target Rampung Agustus 2026
Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan POLTERA juga memperoleh optimalisasi anggaran untuk meningkatkan kualitas bangunan dan menyempurnakan beberapa komponen pekerjaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif bagi sivitas akademika.
Penyesuaian ruang lingkup pekerjaan membuat para pihak menyepakati adendum masa pelaksanaan proyek dengan target penyelesaian pada Agustus 2026.
Selama proses konstruksi berlangsung, WSBP menerapkan standar kualitas konstruksi yang tinggi, sistem pengawasan berlapis, serta pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten agar setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar sesuai ketentuan.
Humas Politeknik Negeri Madura, Taufik Hidayat, menyatakan pembangunan gedung tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan kesehatan.
“Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan ini merupakan langkah strategis Poltera dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang kesehatan. Kami berharap gedung ini dapat segera bermanfaat untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih komprehensif dan menjadi fondasi dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan,” katanya.
Seiring meningkatnya progres pembangunan, Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan POLTERA berh segera menghadirkan lingkungan belajar yang modern, nyaman, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi investasi penting dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi kesehatan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai kontraktor pelaksana, WSBP menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek sesuai target dengan mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta penerapan Good Corporate Governance (GCG) agar seluruh proses pembangunan berlangsung efektif, transparan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan.



