Dua Oknum Wartawan Diduga Intervensi Pemberitaan Pupuk Subsidi di Gondang Nganjuk

Media Social Sharing

Nganjuk, BINTASARA.com — Setelah beredarnya pemberitaan perihal Pupuk Bersubsidi di salah satu Desa, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang diduga dijual diatas Harga Ecer Tertinggi (HET), ada dua oknum wartawan yang menghubungi tim awak media.

Kedua wartawan yang diduga melakukan intervensi mulai dari mencoba untuk permohonan takedown terhadap karya tulis yang sudah tayang pada media online, berinisial DC dan AD, hingga kata kemitraan.

Melalui akun WhatsApp dengan nomor 0852-xxxx-4284 DC memperkenalkan dirinya, dan menyebutkan asal domisilinya, hingga mengaku sebagai keponakan dari S.

“Assalamualaikum bapak selamat pagi, Salam kenal nggeh bapak, Saya DC, Dari tuban. Ini saya di kabari om saya apa betul bapak yang up berita terkait pupuk, Petunjuk,” tulis DC, pada Jum’at (16/1/2026).

Tim awak media menjelaskan bahwa ada tiga wartawan yang memuat berita tersebut. Setelah dijelaskan DC justru bertanya apakah berita tentang Pupuk Bersubsidi bisa takedown.

“La iya bapak ini kita sama sama lapangan bisa kah di texdown,” tanya DC kepada wartawan BINTASARA.com.

Ketika tim awak media bertanya mengapa harus takedown, dirinya siapa, kaitannya dengan pemberitaan tersebut apa dan yang dimaksud sama-sama lapangan apa, DC menjelaskan bahwa, ia juga wartawan dari salah satu media.

Baca Juga  Social Media Marketing for Franchises is Meant for Women

“Oalah gak bisa ta, Saya keponakan pak S, Saya juga media bapak, Dari media online, Pean cek BOK redaksi aja,” ucap DC.

Setelah tim awak media menyampaikan bahwa link media yang dimaksud DC tidak bisa diakses, DC tidak menjawab lagi, dan selang beberapa menit kemudian kembali ada wartawan yang menghubungi melalui akun WhatsApp dengan nomor 0823-xxxx-5983

” Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Mau konfirmasi terkait pemberitaan pupuk di Gondang Nganjuk, Panjenengan arah nya ingin kemana ,,,?? Beras atau berkas ,,,??,” tulis akun WhatsApp dengan nomor 0823-xxxx-5983 ini.

Ketika ditanya panjenengan siapa? Kaitannya dengan pemberitaan yang ada di Gondang Nganjuk apa Maksudnya dengan arah ke Beras atau berkas apa?, AD sedikit memaksa tim awak media supaya bisa memahami bahasa yang disampaikan.

“Sama2 orang lapangan , masak gak paham bang maksud saya ,,,?? Apalagi panjenengan kan senior.,” kata AD kepada wartawan BINTASARA.com.

Ketika tim awak media bertanya, Panjenengan siapa? Sama-sama orang lapangan maksudnya apa? Maksud anda apa? Mohon maaf saya masih Junior dan tidak paham yang panjenengan maksud, AD mengaku bahwa dirinya adalah oknum media yang telah menjalin kemitraan.

Baca Juga  Empat Kali Gagal Ditemui, Empat Petugas BRI Temui Tim Awak Media

“Kulo Njieh oknum awak media bang, yang sudah menjalin kemitraan. Aneh dan lucu kalo tidak paham maksud nya. Trus tujuan panjenengan nulis berita tersebut apa kok bilang tidak paham maksud dan tujuan.,” ujarnya.

Ketika ditanya, dari media apa, dan saat ini berdomisili di mana dan atas nama siapa, AD tidak langsung menjawab melainkan menjelaskan bahwa dirinya tergabung grup yang sama dengan tim awak media.

“Di grup TNI polri kita tergabung 1 grup. Dah gini aja pak, panjenengan mau arahnya bagaimana, kemitraan atau tidak ,,,??,” imbuhnya.

Ketika tim awak media kembali mengkonfirmasi tentang dirinya yang kedua kalinya, AD baru menerangkan bahwa dirinya berdomisili di Kediri, atas nama AD.

“Di Kediri, atas nama AD, dari media online,” terangnya.

Ketika tim awak media meminta link berita media online yang dimaksud, AD kembali menanyakan dengan nada serius berkaitan dengan kemitraan.

“Dah gini aja pak, panjenengan mau arahnya bagaimana, kemitraan atau tidak ,,,??, Monggo di jawab, agar bisa segera diselesaikan..,” ucap AD yang diikuti dengan share link beritanya.

Baca Juga  TNKB Operasional KP2KP Kembali Jadi Warna Merah, Kepala KP2KP: Perubahan TNKB Hasil Keputusan Rapat

Setelah mendapatkan link berita, tim awak media selain mengucapkan terima kasih, menyempatkan untuk bertanya apakah dirinya adalah Kaperwil Jawa Timur, AD membenarkan.

“Iya. Trus pripun jawaban saking panjenengan ,,,?? Dan kenapa telepon saya tidak diangkat ,,,??,” tanya AD.

Akhirnya tim awak media menegaskan bahwa, supaya disampaikan oleh AD kepada yang bersangkutan supaya tidak melebar kemana-mana, dikarenakan sebelumnya sudah dihubungi oleh tim awak media, dan otomatis sudah memiliki nomor tim awak media.

“Lho piye tho, ini maksud dan tujuan saya itu justru agar tidak melebar kemana mana, dan segera bisa di selesaikan. Dan sekali lagi saya tanya , panjenengan ingin nya kemitraan atau tidak ,,,,?? Masak pertanyaan saya tidak jelas ,,,??,” jlentreh AD.

Ketika tim awak media menanyakan, kaitannya panjenengan dengan pemberitaan saya apa? Dan peranan panjenengan saat ini sebagai apa pada kios pupuk subsidi tersebut? Saya rasa panjenengan sekelas Kaperwil Jawa Timur paham dengan undang-undang nomor 40 dan kode etik jurnalistik 11 pasal, AD tak menjawab lagi.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *