April 30, 2026 17:32
Breaking News

Kepala BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal

Tegal, Bintasara.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M. memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.

Hal ini diungkap Kepala BNPB saat berdialog dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Rabu (19/2).

Kehadirannya sebagai bentuk tindak lanjut arahan Presiden untuk tetap memberikan langkah – langkah penanganan bencana dengan baik, terutama di masa sejumlah umat islam sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Kebutuhan dasar pengungsi harus segera dipenuhi.

Pada kesempatan ini, Kepala BNPB juga menegaskan bahwa warga yang rumahnya rusak akan dibuatkan hunian sementara (huntara) hingga hunian tetap (huntap).

Baca Juga  Tidak Punya Siapa-siapa, Raffifuddin Lubis Korban Penganiayaan di STPL Bekasi Timur, Lapor Polisi

“Diibangun huntara sebanyak 900 unit, sementara telah disiapkan lahan untuk 500 unit,” ujar Suharyanto.

Untuk mempercepat pembangunan huntara di tengah keterbatasan lahan, Kepala BNPB mengusulkan kepada pemerintah daerah opsi agar warga dapat menentukan secara mandiri lokasi huntara sesuai dengan kemauan warga.

“Huntara bisa dibangun mandiri, satu per satu per warga, sehingga Kepala Desa diharapkan dapat menyiapkan lahannya,” lanjutnya.

“Warga juga diberikan kebebasan untuk memilih tinggal di pengungsian, tinggal bersama di rumah kerabat atau mengontrak. Akan diberikan dana tunggu hunian sebesar 600 ribu per bulan per kepala keluarga bagi warga yang memilih tidak menempati pos pengungsian hingga huntara selesai dibangun,” tegas Suharyanto.

Baca Juga  BNPB Targetkan 914 Pintu Huntara untuk Warga Terdampak Bansor di Bener Meriah Rampung Pertengahan Februari 2026

Selain huntara, pemerintah juga sedang menyiapkan pembangunan huntap. Seperti halnya huntara, warga dapat memilih lokasi huntap terpusat atau mandiri, yang penting lokasinya terbebas dari risiko bencana dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan pemerintah.

“Huntap akan segera dibangun, bisa bersifat terpusat san mandiri. Jika ada warga yang ingin dibangunkan di luar Kabupaten Tegal pun tetap diizinkan,” tuturnya.

Sebagai langkah dan antisipasi ke depannya, Kepala BNPB mengatakan akan bekerjasama lintas instansi untuk merelokasi warga yang ada di wilayah risiko bencana tanah bergerak.

“Salah satu solusinya harus relokasi, cari tempat baru yanh aman dan relokasi. Tempat yang sudah terjadi bencana tanah bergerak dilakukan reboisasi dan tidak bisa ditempati manusia lagi,” pungkasnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Nasional Hadapi Musim Kemarau, BNPB Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat

Selanjutnya BNPB kembali memberikan sejumlah bantuan permakanan dan peralatan yang dapat dimanfaatkan bagi para pengungsi dan juga pemerintah daerah setempat dalam melakukan upaya penanganan darurat bencana tanah bergerak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya