Juli 21, 2026 22:25
Breaking News

Lapas Manado Cetak Kader Imam WBP Lewat Sinergi Pembinaan Keagamaan

BINTASARA.com, MANADO – Pelatihan Kader Imam WBP menjadi langkah nyata Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui sinergi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado dan pondok pesantren, Lapas Manado menyelenggarakan pelatihan kader imam, khotib, dan muazin sebagai upaya membentuk pribadi warga binaan yang religius, disiplin, serta siap berkontribusi positif di lingkungan pemasyarakatan maupun ketika kembali ke masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, S.H., M.H., yang secara resmi membuka pelatihan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta.

Kehadiran jajaran Kemenag Kota Manado dan perwakilan pondok pesantren menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Manado Berhasil Panen Daun Bawang

Dalam sambutannya, Krisman Ziliwu, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan.

Menurutnya, proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan keterampilan, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Ia menjelaskan bahwa Pelatihan Kader Imam WBP menjadi salah satu program pembinaan yang dirancang untuk mencetak warga binaan yang memiliki kemampuan memimpin ibadah, menyampaikan khutbah, serta mengumandangkan azan dengan baik dan benar.

Kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah di dalam lapas, sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan di antara sesama warga binaan.

Melalui kerja sama dengan Kemenag Kota Manado dan pondok pesantren, peserta memperoleh materi keagamaan secara komprehensif, mulai dari tata cara menjadi imam salat, teknik penyampaian khutbah, adab berdakwah, hingga praktik menjadi muazin.

Baca Juga  Masyarakat Keluhkan Listrik Sering Padam di Nisel, PLN di Minta Respon Cepat Tangani

Pendekatan ini memberikan bekal pengetahuan sekaligus pengalaman praktik, agar peserta lebih percaya diri menjalankan peran tersebut.

Program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan yang secara berkelanjutan dilaksanakan Lapas Manado.

Pembinaan tersebut menjadi implementasi komitmen pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, humanis, dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan melalui penguatan nilai-nilai keimanan.

Selain meningkatkan pemahaman agama, pelatihan ini juga mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan di kalangan warga binaan.

Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi teladan bagi sesama warga binaan serta berkontribusi menjaga suasana pembinaan yang harmonis, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Panyabungan Melaksanakan Kegiatan Budidaya Kacang Tanah di Area Lahan Pertanian

Lapas Manado meyakini bahwa keberhasilan proses pembinaan memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

Oleh karena itu, sinergi dengan Kemenag Kota Manado dan pondok pesantren akan terus diperkuat, agar program pembinaan keagamaan berjalan secara optimal, berkesinambungan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Melalui Pelatihan Kader Imam WBP, Lapas Manado berharap lahir kader-kader imam, khotib, dan muazin yang tidak hanya mampu memimpin kegiatan ibadah di lingkungan lapas, tetapi juga menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berintegritas, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *