BINTASARA.com, SIDIKALANG – Rutan Sidikalang Musnahkan Barang bukti hasil razia penggeledahan, sebagai langkah nyata memperkuat sistem pengamanan dan mewujudkan komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rumah Tahanan Negara (Ka. KPR) Kelas IIB Sidikalang, Brema Barus, bersama seluruh jajaran pengamanan pada Senin (03/08/2026).
Melalui kegiatan ini, Rutan Sidikalang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta bebas dari berbagai barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Pemusnahan barang bukti merupakan tindak lanjut dari hasil razia dan penggeledahan rutin yang dilaksanakan petugas di setiap blok hunian warga binaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus implementasi arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pengawasan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, petugas memusnahkan berbagai barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian.
Seluruh barang tersebut telah diamankan sesuai prosedur dan selanjutnya dimusnahkan secara terbuka, sebagai bentuk transparansi serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.
Proses pemusnahan juga menjadi bukti bahwa, setiap hasil razia ditindaklanjuti secara tegas sehingga tidak berpotensi kembali beredar di dalam lingkungan rutan.
Ka. KPR Rutan Kelas IIB Sidikalang, Brema Barus, menegaskan bahwa kegiatan razia dan pemusnahan barang bukti akan terus dilaksanakan secara berkala maupun insidental.
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan razia menjadi kunci utama dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Ia juga mengajak seluruh petugas untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergi antarregu pengamanan, serta menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur.
Dengan disiplin yang tinggi, setiap potensi gangguan keamanan dapat dideteksi sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Selain memperkuat aspek keamanan, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi bagi warga binaan, agar mematuhi seluruh peraturan yang berlaku selama menjalani masa pembinaan.
Kepatuhan terhadap tata tertib diharapkan mampu menciptakan suasana pembinaan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh penghuni maupun petugas.
Program Zero Halinar sendiri terus menjadi fokus utama Rutan Sidikalang dalam mendukung reformasi pemasyarakatan.
Melalui pelaksanaan razia rutin, pengawasan yang berkelanjutan, serta pemusnahan barang bukti hasil penggeledahan, Rutan Sidikalang menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, profesional, humanis, dan berintegritas.
Ke depan, Rutan Sidikalang akan terus mengoptimalkan berbagai langkah preventif dan represif sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, serta mendukung terciptanya lingkungan rutan yang aman, tertib, dan bebas dari Handphone, Pungli, serta Narkoba.
Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.



