BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Lapas Muara Teweh Harganas menjadi momentum istimewa yang diperingati dengan nuansa penuh warna melalui pelaksanaan Upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026. Jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Muara Teweh mengikuti upacara yang digelar pada Senin (29/6/2026) dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Seluruh peserta tampil mengenakan busana adat khas Nusantara, mulai dari pakaian adat Dayak, Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga daerah lainnya. Keberagaman busana tersebut menghadirkan suasana upacara yang tidak hanya khidmat, tetapi juga sarat makna kebangsaan.
Baju Adat Jadi Simbol Persatuan dan Kekuatan Keluarga
Pelaksanaan upacara dengan mengenakan pakaian adat sengaja dihadirkan untuk menggambarkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga, merawat, sekaligus mewariskan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi penerus.
Melalui semangat kebhinekaan, jajaran Lapas Muara Teweh dan Bapas Muara Teweh menunjukkan komitmen untuk terus menjaga persatuan di lingkungan kerja sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya bangsa. Semangat tersebut juga mencerminkan bahwa insan pemasyarakatan tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai kebangsaan dan karakter kepada masyarakat.
Harganas Perkuat Peran Keluarga bagi Insan Pemasyarakatan
Dalam amanat upacara, disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai sekolah pertama dalam membentuk karakter anak yang tangguh, berintegritas, serta memiliki jiwa kebangsaan.
Bagi jajaran pemasyarakatan, keluarga memiliki peran penting sebagai sumber motivasi dan kekuatan moral. Dukungan keluarga menjadi energi yang membantu setiap petugas menjalankan tugas pembinaan, pelayanan, dan pengamanan di Lapas maupun Bapas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.
Peringatan Harganas juga mengingatkan seluruh pegawai agar terus menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pengabdian kepada negara sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Perkuat Sinergi Lapas dan Bapas Muara Teweh
Usai pelaksanaan upacara, seluruh petugas mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Momentum tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara Lapas Muara Teweh dan Bapas Muara Teweh dalam membangun budaya kerja yang harmonis.
Kepala UPT menegaskan bahwa peringatan Harganas harus menjadi pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus memperkuat nilai kekeluargaan, menjaga persatuan, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa.
“Keluarga adalah sumber kekuatan kita dalam mengabdi. Melalui baju adat ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga keharmonisan keluarga serta merawat persatuan di lingkungan kerja demi kemajuan Pemasyarakatan,” pungkasnya.
Semangat Lapas Muara Teweh Harganas diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus mempererat solidaritas, memperkuat nilai budaya Nusantara, serta menghadirkan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat.



