Nganjuk, BINTASARA.com — Dikarenakan himbauan belum dicabut, kendaraan operasional roda empat Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Nganjuk, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pare, Jawa Timur, masih menggunakan Nomor Polisi (Nopol) berwarna putih.
Berdasarkan pantauan wartawan BINTASARA.com kendaraan operasional roda empat berwarna biru dengan Nopol AG 1095 VP menggunakan pelat nomor berwarna putih, ketika melaju di jalan Dermojoyo menuju Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (13/11/2025), sekira pukul 10.00 WIB.

Sementara kendaraan tersebut merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang secara hukum wajib menggunakan pelat merah. Sehingga penampakan pelat putih pada kendaraan yang berstatus operasional negara itu, memicu tanda tanya besar di tengah publik.
Salah satu staf KP2KP Nganjuk, Huda Anugrah Nur ketika dikonfirmasi kendaraan roda empat berwarna biru tersebut, membenarkan bahwa kendaraan tersebut adalah kendaraan operasional KP2KP Nganjuk.
“Iya betul. Untuk Nopol sesuai yang ada di depan, saya tidak hafal namun untuk Nomor AG belakangnya VP,” kata Huda kepada wartawan BINTASARA.com, ketika ditemui, pada Senin (13/11/2025) sekira pukul 11.00 WIB.
Huda menambahkan, saat ini kendaraan tersebut menggunakan Nopol berwarna putih, dikarenakan mengikuti himbauan dari pusat sejak terjadinya kerusuhan beberapa waktu lalu.
“Pelatnya untuk saat ini putih, karena kemarin kerusuhan itu. Jadi ada himbauan dari pusat untuk mengganti seluruh pelat yang merah menjadi putih, dan sampai sekarang himbauannya belum di cabut sehingga belum diganti,” imbuhnya.
Huda menjelaskan, himbauan tersebut berlaku terhadap internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang hingga hari ini belum ada himbauan untuk kembali ke pelat merah.
“Ini gak direkam kan Pak?, disini dilarang untuk merekam, mohon maaf sekali tidak boleh. Nanti mohon untuk dihapus ya, ini memang ada aturannya di kantor,” tutur Huda sambil menunjukkan tulisan yang ada di belakang meja kerjanya.
Menurut Huda, jika mau konfirmasi, seharusnya membuat janji terlebih dahulu dan bersurat.
“Saya di sini pegawai biasa, mending nunggu kepala kantor saja ya Pak. Nanti saya sampaikan dulu, karena hari ini tugas seharian di KPP Pratama,” terangnya.
Ketika dikonfirmasi, siapa yang bertanda tangan pada surat himbauan, Huda mengungkapkan, supaya menunggu pimpinan dengan meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
“Maaf ya Pak, mending menunggu kepala kantornya saja, tidak bisa Bapak, saya menjawabnya juga bingung. Saya di sini bagian pelayanan, yang melayani wajib pajak,” urainya.
Diakhir konfirmasi, Huda kembali menyampaikan kepada tim awak media yang melakukan konfirmasi untuk tidak merekam dikarenakan sudah ada larangan yang berlaku di KP2KP Nganjuk.
Namun hingga berita ini ditayangkan, nomor telepon yang sempat diberikan kepada pegawai KP2KP Nganjuk, belum mendapatkan konfirmasi kapan Kepala KP2KP Nganjuk bisa ditemui.


https://shorturl.fm/VYDXc
[…] pada berita sebelumnya yang berjudul “Himbauan Belum Dicabut, Kendaraan Operasional KP2KP Nganjuk Pakai Pelat Warna Putih” Salah satu staf KP2KP Nganjuk, Huda Anugrah Nur ketika dikonfirmasi kendaraan roda empat […]