BINTASARA.com, JAKARTA- Tokoh Masyarakat (Tomas) Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Amin Agustin menganjurkan dana operasional Rukun Tetangga (RT) dapat digunakan pemasangan CCTV di titik rawan, hal ini bagian upaya pencegahan serta pemantauan tindakan kriminalitas.
“Masing-masing Rukun Warga (RW) mengadakan pemasangan CCTV di titik-titik rawan setiap RT. CCTV bisa dibeli dari uang operasional RT RW,” kata, Amin Agustin menanggapi ada aduan tentang kenakalan remaja. Selasa (7/7/2026).
Ia menyarankan, anggaran operasional tingkat Rukun Tetangga (RT) dapat digunakan juga membuat program Ketertiban dan Keamanan masyarakat (Kamtibmas).
“Membuat program ketertiban dan keamanan di setiap RT, yang dibiayai oleh dana operasional RT yang setiap tahun naik.Misalnya, kegiatan ngobrol bareng dengan pemuda lingkungan setempat, bisa dikombinasikan dengan pengajian tingkat RT,” ucap, Amin.
Mungkin juga melalui anggaran operasional di masing-masing Rukun Warga (RW) mengadakan pemasangan CCTV di titik-titik rawan setiap RT.
“CCTV bisa dibeli dari uang operasional RT RW,” ujar, Amin.
Mantan anggota Dewan Kota (Dekot) Jakarta Timur periode 2019-2024 itu, menilai peran orang tua di rumah harus lebih dominan terhadap anaknya.
“Para orang tua untuk mencari anaknya yang belum pulang jika sudah larut malam,” kata dia.
Selain itu, Amin menyarankan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersama satpol PP tingkat Kelurahan terus melakukan langkah preventif.
“FKDM dan Sat Pol PP setiap kelurahan diberikan tugas untuk turun kemasyarakat dengan membuat grup-grup pembinaan anak muda,”imbuhnya.
Lebih lagi, Pengurus RW bersama tokoh masyarakat dan agama rutin melakukan kunjungan ke titik-titik rawan kerusakan moral pemuda.
“Kolaborasi pengurus Masjid dengan RT RW membuat kegiatan kepemudaan dengan mengajak Karang Taruna dan Pemuda Masjid,” tandas, Amin.



