Juli 3, 2026 00:13
Breaking News

Awali Semester II, Bapas Muara Teweh Perkuat Kinerja Pemasyarakatan Berdampak Nyata

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Bapas Muara Teweh strategi kinerja menjadi fokus utama dalam mengawali Semester II Tahun 2026. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh menggelar Rapat Awal Bulan yang dirangkaikan dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Kinerja Juni 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Melalui evaluasi menyeluruh, Bapas Muara Teweh menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rapat yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, serta diikuti seluruh pejabat struktural, Pembimbing Kemasyarakatan, pejabat fungsional, dan seluruh pegawai Bapas Muara Teweh.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja selama Juni sekaligus menyusun strategi kerja yang lebih efektif pada Semester II Tahun 2026.

Dalam forum tersebut, peserta rapat membahas secara komprehensif pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan.

Baca Juga  Lapas Manado Tingkatkan Literasi Warga Binaan Lewat Program Buta Aksara

Pembahasan mencakup pelaksanaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), pendampingan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan, pelaksanaan program reintegrasi sosial, layanan registrasi dan wajib lapor, Pengawasan dan Pengamatan (Wasmat), optimalisasi Pos Bapas, hingga pengembangan Griya Abhipraya sebagai pusat pemberdayaan dan pembinaan klien.

Selain itu, Bapas Muara Teweh juga mengevaluasi efektivitas pelaksanaan setiap program, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta merumuskan solusi yang mampu meningkatkan kualitas layanan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pencapaian target kinerja sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi merupakan instrumen penting untuk membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Baca Juga  Bapas Muara Teweh Terima Klien Pemasyarakatan, Buka Peluang Integrasi Sosial Baru

“Setiap program yang kita laksanakan harus memberikan dampak nyata. Mulai dari Litmas, pembimbingan klien, diversi, Wasmat, hingga penguatan Griya Abhipraya, seluruhnya harus bermuara pada keberhasilan reintegrasi sosial dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan. Evaluasi ini menjadi pijakan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas kinerja,” tegas M. Ading Saidhy.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan Bapas Muara Teweh harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh klien pemasyarakatan maupun masyarakat.

Oleh karena itu, setiap unit kerja didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Dalam rapat tersebut, peserta juga menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut. Di antaranya meningkatkan kualitas penyusunan Litmas, mengoptimalkan pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan, memperkuat pelaksanaan program Griya Abhipraya, memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga  Pererat Kebersamaan dan Semangat Hidup Sehat, WBP dan Pegawai Lapas Gunungtua Gelar Senam Bersama

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses reintegrasi sosial bagi klien sekaligus memperkuat sistem pemasyarakatan yang modern dan responsif.

Optimalisasi Pos Bapas juga menjadi perhatian penting dalam pembahasan. Melalui penguatan fungsi Pos Bapas, layanan kepada masyarakat diharapkan semakin mudah diakses sehingga proses pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan klien dapat berlangsung lebih efektif.

Di sisi lain, pengembangan Griya Abhipraya terus diarahkan sebagai wadah pemberdayaan klien melalui berbagai program pembinaan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Mengawali Semester II Tahun 2026, Bapas Muara Teweh optimistis mampu mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, Bapas Muara Teweh terus berkomitmen menghadirkan pemasyarakatan yang berdampak, profesional, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya