Juli 3, 2026 00:12
Breaking News

HUT Dekranas 2026, Dorong Perajin Mendunia untuk Perkuat Daya Saing Target Pasar global

https://bintasara.com/HUT Dekranas 2026

BINTASARA.com, JAKARTA – HUT Dekranas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat daya saing kerajinan Indonesia sekaligus mendorong para perajin menembus pasar internasional. Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri konferensi pers Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Tri menjelaskan bahwa puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–11 Juli 2026. Panitia telah menyelesaikan sekitar 90 persen persiapan penyelenggaraan.

Menurutnya, Dekranas memilih Makassar sebagai tuan rumah karena Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sejak awal menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Selain itu, pemilihan Makassar juga mempertimbangkan pemerataan lokasi penyelenggaraan, setelah wilayah Indonesia bagian barat dan tengah sebelumnya menjadi tuan rumah.

Tri menilai Makassar sangat representatif karena mewakili kawasan Indonesia timur sekaligus memiliki akses transportasi udara yang mudah dijangkau peserta dari seluruh Indonesia.

Baca Juga  Menkopolkam Ungkap Spirit Persatuan dan Kebersamaan Prabowo-Megawati

“Saya juga paham bahwa ibu ketuanya (Dekranasda) ini banyak sekali kontribusinya terhadap kerajinan di daerahnya. Sehingga kami mengapresiasi mengadakan kegiatan hari puncak ulang tahun Dekranas di Makassar,” katanya.

HUT Dekranas 2026 Angkat Tema Perajin Mendunia

Pada peringatan tahun ini, Dekranas mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.” Tema tersebut menegaskan komitmen Dekranas untuk mendorong lahirnya produk kerajinan yang ramah lingkungan dan mampu bersaing di pasar internasional.

Tri menjelaskan bahwa sebagian besar bahan baku kerajinan berasal dari sumber daya alam, seperti serat alam, tanah liat, batu, mineral, dan berbagai material alami lainnya. Karena itu, para perajin perlu menjaga keberlanjutan lingkungan agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus memenuhi standar pasar global.

Menurutnya, konsumen internasional kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam memilih produk. Oleh sebab itu, para pelaku usaha kerajinan perlu mengembangkan produk yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan agar mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Baca Juga  Jemaah Haji Reguler yang Wafat Dapat Asuransi, Cek di sini Ketentuannya!

“Sehingga ‘Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia’ maksudnya adalah kita mendorong para perajin terus menciptakan ataupun menjaga produksinya yang ramah lingkungan sehingga bisa diterima sampai ke pasar internasional,” jelasnya.

Pameran UMKM Hadirkan Ratusan Stan dari Seluruh Indonesia

Selain menjadi ajang peringatan, HUT Dekranas 2026 juga menghadirkan pameran UMKM yang melibatkan peserta dari seluruh provinsi dan berbagai kabupaten di Indonesia.

Tri berharap kegiatan tersebut menjadi sarana promosi sekaligus tempat bertukar pengalaman antarpelaku usaha kerajinan. Para peserta dapat mempelajari inovasi, kualitas produk, serta strategi peningkatan daya saing dari daerah lain sehingga mampu mengembangkan industri kerajinan di wilayah masing-masing.

Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk dalam negeri. Menurutnya, produk asing kini semakin banyak beredar di pasar, bahkan sebagian meniru produk kerajinan Indonesia dengan harga lebih murah.

Baca Juga  Bantuan Jaminan Hidup Terus Mengalir, Begini Cara Satgas Jaga Penyalurannya Tepat Sasaran

“Kita harapkan bahwa semua peserta dari seluruh Indonesia bisa melihat bagaimana produk-produk dari daerah lain dalam mengembangkan daya saingnya, mengembangkan mutunya, juga kreasinya. Sehingga mereka juga mempunyai motivasi untuk mendorong kerajinan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Untuk menyukseskan penyelenggaraan HUT Dekranas ke-46, Dekranas menggandeng Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Digital. Sinergi tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal sekaligus memperluas promosi produk kerajinan nasional.

Tri mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi, peserta dari berbagai provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia, hingga awal Juli 2026 telah memesan sekitar 300 stan pameran.

“Berupa pameran-pameran UMKM yang tidak hanya dari tuan rumah, tapi juga dari seluruh provinsi di Indonesia dan kabupaten. Saat ini, seluruh peserta dari seluruh Indonesia telah memesan sekitar 300-an stan,” tandasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya