April 14, 2026 09:37
Breaking News

Wujudkan Kondusivitas Ramadan, Forpimcam Patianrowo dan Palmera Sepakati Aturan

Nganjuk, BINTASARA.com — Guna mengantisipasi potensi gesekan antar organisasi pencak silat selama bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Patianrowo menggelar pertemuan strategis bersama Paguyuban Pendekar Anjuk Ladang Melindungi Rakyat (Palmera).

Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Kantor Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ini menghasilkan kesepakatan krusial terkait penyeragaman atribut dan publikasi luar ruang di wilayah tersebut.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di wilayah Kabupaten Nganjuk, khususnya di Kecamatan Patianrowo, yang dikenal memiliki basis massa perguruan silat yang cukup besar.

Cegah “Perang Banner” dan Potensi Kericuhan

Camat Patianrowo, Tri Hatmanto, menegaskan bahwa penyamaan persepsi mengenai pemasangan banner ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan Idulfitri sangat mendesak untuk dilakukan.

Baca Juga  Satpol PP Kota Bekasi Tertibkan PPKS

Menurutnya, fenomena “kompetisi banner” yang menonjolkan ego sektoral masing-masing perguruan seringkali menjadi pemantik konflik di lapangan.

“Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kompetisi banner yang dikhawatirkan bisa memicu aksi perusakan. Jika terjadi perusakan satu banner saja, dampaknya bisa meluas menjadi kericuhan antar perguruan. Kita ingin ibadah Ramadan tahun ini berjalan khusyuk tanpa gangguan keamanan,” ujar eks Kabid Sarpras Dishub Nganjuk ini kepada wartawan, pada Minggu (15/3/2026).

Poin-Poin Kesepakatan Bersama

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan silat yang tergabung di bawah Palmera tersebut, disepakati beberapa poin teknis mengenai publikasi, antara lain:

  • Desain Tunggal: Seluruh perguruan sepakat untuk menggunakan desain banner yang sama (seragam).
  • Simbol Persatuan: Banner tersebut akan memuat logo seluruh perguruan pencak silat yang ada di Patianrowo, logo Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta logo Pemerintah Daerah (Pemda).
  • Lokasi Strategis: Banner terpadu ini akan dipasang secara resmi di setiap desa dan di empat titik perbatasan Kecamatan Patianrowo.
  • Sanksi Penertiban: Peserta rapat menyepakati bahwa apabila ditemukan banner perguruan yang tidak sesuai spesifikasi atau menyalahi kesepakatan, maka pemilik banner diminta untuk menurunkannya secara mandiri. Jika diabaikan, maka pihak Forpimcam bersama Palmera akan melakukan penurunan secara paksa.
Baca Juga  Rp121 Juta atau Rp116 Juta? Jet Pump Desa Lestari Menyisakan Misteri

Komitmen Menjaga Kamtibmas

Pertemuan ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forpimcam Patianrowo, termasuk unsur TNI dan Polri, serta para tokoh perwakilan perguruan silat. Kehadiran para tokoh pendekar ini menunjukkan komitmen kuat dari akar rumput untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Dengan adanya banner bersama ini, identitas komunal sebagai warga Nganjuk yang harmonis lebih dikedepankan daripada identitas kelompok masing-masing.

Diharapkan, melalui langkah simbolis namun berdampak nyata ini, stabilitas keamanan di Patianrowo tetap terkendali dengan baik, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya