Nganjuk, BINTASARA.com — Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kembali menunjukkan dedikasi nyatanya bagi masyarakat.
Sejak Selasa (17/3/2026) atau H-3 Lebaran, organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini secara resmi mengoperasikan Posko Mudik Lebaran di lokasi strategis Jalur Nasional 2.
Bertempat di area SPBU, Dusun Klinter, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, posko ini dibangun secara mandiri melalui swadaya anggota. Langkah ini menjadi bukti nyata semangat kemandirian kader Ansor dalam melayani umat tanpa bergantung pada pihak luar.
Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan
Posko yang identik dengan warna hijau khas Ansor-Banser ini berfungsi sebagai pusat bantuan bagi para pejuang lintas provinsi.
Beberapa layanan unggulan yang disediakan meliputi:
- Rest Area 24 Jam: Ruang istirahat bagi pengendara roda dua maupun empat untuk melepas lelah guna menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan (fatigue).
- Layanan Medis: Personel Banser Husada (Basada) disiagakan untuk memberikan pengecekan kesehatan dasar dan pertolongan pertama.
- Informasi Jalur: Panduan rute alternatif guna menghindari titik kemacetan di sepanjang Jalur Nasional 2.
- Logistik Gratis: Pembagian takjil saat berbuka puasa dan penyediaan minuman hangat bagi pemudik di malam hari.
Simbol Kemandirian Kader
Ketua PAC GP Ansor Kertosono, Ainur Rosid, S.Ag, menegaskan bahwa posko ini adalah agenda rutin tahunan yang terus ditingkatkan kualitas pelayanannya.
”Tahun ini kami menekankan aspek mandiri. Seluruh kebutuhan logistik dan pembangunan posko berasal dari iuran sukarela kader. Kami ingin membuktikan bahwa Ansor mampu hadir dan berdaya di tengah masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Rosid tersebut, pada Jum’at (20/3/2026).
Meskipun dikelola secara mandiri, pihaknya tetap bersinergi dengan aparat keamanan terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
“Personel Banser dikerahkan dalam tiga shift setiap harinya, tidak hanya untuk menjaga posko tetapi juga membantu mengatur lalu lintas di titik-titik penyeberangan yang krusial,” kata Rosid.
Di akhir keterangannya, Rosid mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri.
“Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Jika mengantuk, silakan singgah. Posko kami terbuka untuk umum tanpa memandang latar belakang apa pun,” pungkasnya.
Apresiasi dari Pemudik
Manfaat posko ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Suwito, seorang pemudik asal Sidoarjo tujuan Purworejo, mengaku selalu mengandalkan posko ini sebagai tempat singgah favorit.
”Alhamdulillah, kami sekeluarga bisa istirahat dengan aman dan nyaman di sini. Setiap tahun kami mampir ke Posko Ansor Kertosono. Pelayanannya ramah, bahkan tahun lalu ada pijat gratisnya. Setelah istirahat, badan jadi segar lagi untuk lanjut jalan,” ungkap Suwito, pada Jum’at (20/3/2026) malam.



