Nias Selatan, Bintasara.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Nias Selatan (Nisel),enggelar Musasyawarah Cabang (Muscab), bertempat di Wallo Green Hall, Teluk Dalam, Kamis (16/04/2026).
Ketua DPC PKB Nisel, Suaizisiwa Duha, dalam sambutannya mendorong pentingnya penguatan kaderisasi dan soliditas internal partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Suaizisiwa juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus di tingkat kecamatan (DPAC) yang dinilainya menjadi ujung tombak perjuangan partai dalam meraih suara rakyat pada setiap momentum pemilu.
“Ketua-ketua di tingkat kecamatan adalah garda terdepan dalam kerja-kerja politik kita. Peran mereka sangat menentukan dalam setiap kontestasi demokrasi,” tandas dia.
Ia menuturkan, kepemimpinan DPC PKB Nias Selatan yang dimulai pada tahun 2023, hanya sekitar 10 hari sebelum pendaftaran calon legislatif, mampu menunjukkan hasil signifikan pada Pemilu 2024. Perolehan suara PKB, terangnya, meningkat hampir 100 persen dibandingkan Pemilu 2019.
Ia juga mengakui capaian tersebut belum sepenuhnya memenuhi target partai. “Kita menargetkan minimal satu fraksi di DPRD, namun dengan segala upaya yang dilakukan, PKB saat ini memperoleh dua kursi di DPRD Kabupaten Nias Selatan. Ini patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama,” pungkasnya.
Menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader, penguatan sistem kaderisasi, serta menjaga kekompakan internal partai. Ia juga menegaskan komitmen PKB untuk hadir sebagai solusi bagi masyarakat.
“Kehadiran PKB di Nias Selatan harus menjadi solusi, bukan menambah persoalan. Itu yang terus kami tekankan, termasuk pada saat proses pencalonan legislatif 2024 lalu,” tukasnya.
Suazisiwa berharap Muscab yang digelar dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang berdampak positif, tidak hanya bagi internal partai, tetapi juga bagi masyarakat luas di Nias Selatan.
Di sisi lain, Suaizisiwa juga mengingatkan bahwa forum Muscab bukanlah ajang untuk menentukan figur ketua secara langsung, melainkan sebagai sarana konsolidasi organisasi. “Penentuan kepengurusan, tetap melalui mekanisme yang melibatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, dengan mempertimbangkan pemetaan yang telah dilakukan oleh DPW PKB Sumatera Utara,” ujarnya.
“Kita tidak perlu berpolemik soal siapa yang akan memimpin. Yang terpenting adalah bagaimana kita memperkuat konsolidasi partai dan memastikan kepengurusan ke depan mampu menjalankan amanah dengan baik,” sambung dia.
Suazisiwa berharap, hasil Muscab PKB Nias Selatan periode 2026–2031 dapat melahirkan kepengurusan yang solid dan mampu membawa partai semakin berkontribusi bagi masyarakat.
“Semoga seluruh proses ini menjadi berkat bagi kita semua, dan Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah yang akan dipercayakan kepada siapapun yang terpilih,” tutupnya.
Turut hadir saat itu sejumlah pengurus dan tokoh partai dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Di antaranya perwakilan DPW PKB Sumatera Utara, Munirudin Ritonga yang juga anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, kemudian Hafni Nasution, Altudes Siregar, serta Suheri Lubis.
Hadir pula jajaran Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Nias Selatan, pengurus DPC PKB, anggota DPRD dari Fraksi PKB Kabupaten Nias Selatan, serta unsur pimpinan di tingkat kecamatan, baik Ketua Dewan Syura maupun Ketua Dewan Tanfidz DPAC se-Kabupaten Nias Selatan. Turut hadir tokoh agama, Pdt. Desmar Elfa Harefa.



