Nias Selatan, bintasara.com –Penambalan jalan nasional Teluk Dalam-Gunungsitoli, Propinsi Sumatera Utara diduga tidak berkualitas.
Dari pantauan wartawan di lapangan, Jumat (16/5/2025), beberapa titik ruas jalan yang diperbaiki tidak rata atau bergelombang sehingga jika hujan turun air tergenang dan diprediksi dapat membuat kondisi jalan cepat rusak. Tak hanya itu, kondisi jalan juga dapat mengundang kecelakaan bagi pengguna jalan terutama pengguna kendaraan bermotor.
Titik ruas jalan yang ditambal tersebut di antaranya, ruas Jalan KM.5, Balikhi Desa Ganowo Sau’a, ruas jalan antara Desa Hiliganowo, Kecamatan Teluk Dalam dengan Desa Hiliamaetaluo, Kecamatan Toma dan beberapa titik ruas jalan di inti kota Teluk Dalam.
Pelestarian jalan tersebut juga terkesan pemborosan keuangan negara.
Padahal, pelestarian jalan bertujuan sebagai upaya untuk menjaga kondisi jalan berfungsi dengan baik dan optimal serta aman bagi pengguna jalan sehingga dapat meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, PPK 3.5, Dirjen Bina Marga BBPJN Gunungsitoli-Teluk Dalam, Theo Ginting saat dikonfirmasi terkait ini, Jumat (2/5/2025) melalui pesan WhatsApp, jawaban jalan dan jembatan sedang berlangsung penangananya menggunakan dana preservasi. Oleh karena itu, dana APBN terbatas dengan adanya kebijakan efisiensi.
“Jalan dan jembatan sedang berlangsung penanganan dengan dana preservasi. Karena dana APBN terbatas dalam rangka efisiensi efisiensi, maka penanganan jalan dan jembatan juga tidak bisa menjangkau seluruh kebutuhan,” kata Ginting.
PPK 3.5, Dirjen Bina Marga BBPJN Gunungsitoli-Teluk Dalam, Theo Ginting saat dikonfirmasi terkait ini, Jumat (16/5/2025) lewat pesan aplikasi WhatsApp menjawab, penambalan lubang masih berlangsung dan tetap dimaksimalkan. “Kalaupun masih ditemukan kekurangannya, akan diperbaiki kembali,” jawab Ginting.

