Agustus 12, 2026 01:02
Breaking News

Pelajar Papua Pedalaman Tembus Batas, 65 Siswa Tempuh Perjalanan 7 Hari, Disambut Wamendagri Ribka Haluk di Jakarta

https://bintasara.com/Pelajar Papua Pedalaman

BINTASARA.comJAKARTA, 11 Agustus 2026Pelajar Papua dari wilayah pedalaman dan pegunungan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026), setelah menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyambut langsung 65 pelajar tersebut sebelum mereka melanjutkan pendidikan di Tangerang.

Ribka menyambut para pelajar atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua dari wilayah yang memiliki keterbatasan geografis.

Pelajar Papua Pedalaman Dapat Akses Pendidikan Berkelanjutan

Ribka mengatakan dirinya telah mengikuti perkembangan program pendidikan yang dijalankan Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) sejak 2023. Program tersebut memberikan pendampingan kepada siswa sejak jenjang SMP hingga membuka akses pendidikan ke perguruan tinggi.

YPHP juga menyediakan fasilitas asrama dan pendampingan selama siswa menjalani pendidikan. Menurut Ribka, program tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak Papua.

Baca Juga  Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Anak, Pemerintah Konsolidasikan Gerakan Ruang Aman Anak Nasional

“Jadi begitu direkrut dari SMP sampai dengan difasilitasi asrama dan semuanya, kemudian juga difasilitasi sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” ujar Ribka.

Ribka menilai upaya membawa anak-anak dari pedalaman dan pegunungan Papua untuk melanjutkan pendidikan bukan pekerjaan mudah. Kondisi geografis, jarak tempuh, dan berbagai keterbatasan membutuhkan kerja keras serta dukungan dari banyak pihak.

“Saya hanya bisa ucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat di Papua. Saya tadi katakan bahwa ini tidak gampang, satu pekerjaan menembus batas,” tuturnya.

Wamendagri Beri Pesan untuk Pelajar Papua

Ribka meminta para pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar secara sungguh-sungguh. Ia juga mengingatkan mereka agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru selama menempuh pendidikan di Tangerang.

Baca Juga  Imigrasi di Era Yuldi Yusman: Rekor PNBP dan Penguatan Penegakan Hukum

“Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Semua kebiasaan yang di sana kasih tinggal,” pesan Ribka.

Menurutnya, kesempatan pendidikan yang mereka dapatkan harus menjadi modal untuk membangun masa depan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asal.

Ribka berharap para siswa mampu menjaga semangat belajar, membangun disiplin, serta mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik.

65 Siswa Papua Berasal dari Berbagai Wilayah

Sebanyak 65 siswa kelas 7 hingga kelas 10 mengikuti program pendidikan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Papua, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup.

Dalam perjalanan dari Jayapura menuju Jakarta, para siswa mendapat pendampingan dari 32 orang yang terdiri atas rohaniawan, guru, dokter, perawat, dan tenaga medis.

Pendampingan tersebut memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kondisi para siswa tetap terjaga selama perjalanan panjang menuju tempat pendidikan baru.

Baca Juga  Kisah Haru Gus Ipul Ketika Kunjungan Disetiap Sekolah Rakyat

YPHP Buka Jalan Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Melalui program YPHP, para siswa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang, setelah menyelesaikan pendidikan dasar di daerah asal.

Program tersebut tidak hanya memberikan akses kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan menengah. YPHP juga membuka kesempatan bagi mereka untuk meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Kehadiran 65 pelajar dari berbagai wilayah pedalaman dan pegunungan Papua di Tangerang menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang menghadapi tantangan geografis.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan jarak dan kondisi wilayah tidak harus menjadi penghalang bagi anak-anak Papua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih luas dan mempersiapkan masa depan mereka. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya