September 27, 2026 01:02
Breaking News

Kalapas Cibinong dan Empat Anak Buahnya di Nonaktifkan Imbas Sidak Ombudsman Temukan Fasilitas Setara Apartemen

Konferensi Pers Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan, Lapas Cibinong, Bogor

BINTASARA.com, Bogor – Kementerian lmigrasi dan Pemasyarakatan menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto dan empat pejabat lainnya.

Kelima pejabat tersebut akan menjalani pemeriksaan terkait kondisi dan penggunaan sejumlah fasilitas di kawasan lapas. Ombudsman sebelumnya menemukan bangunan berfasilitas bak apartemen, gym hingga pembangunan yang disebut sebagai simulator golf.

Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan mengatakan bahwa penonaktifan dilakukan usai adanya fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa barat.

“Bangunan yang disorot merupakan rumah dinas pegawai. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami penggunaan fasilitas tersebut dan dugaan penyimpangan di Lapas Cibinong,” ucapnya saat konferensi pers di Lapas Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/09/26).

Rudi menerangkan, yang dilakukan pada hari ini dan kedepannya ini kami menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman.

“Saya sampaikan pejabat yang di nonaktifkan Kalapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasvarakatan (KPLP), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik). Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), dan Kepala Urusan Umum yang membidangi barang-barang milik negara,” terangnya.

Rudi mengungkapkan, barang-barang milik negara, fasilitas-fasilitas ini beliaulah yang mengurus.

“Itu sementara kami akan menonaktifkan dan kami akan melakukan pemeriksaan. Bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini,” ungkapnya.

Rudi menjelaskan hal-hal yang lain tentunya saya dan tim ini ingin mengakomodir semua yang ditemukan oleh Ombudsmsan Republik Indonesia (ORI).

“Tadi minuman keras ya, kemudian tempat yang diduga sebagai simulator, tempat fitnes (gym) kemudian foto. Barang-barang lain kulkas dan semuanya itu menjadikakan objek buat kami untuk memeriksa gimana barang-barang itu keberadaannya dan kenapa berpindah dan sebagai tentunya mohon waktunya karena ini proses lagi berlangsung,” jelasnya.

Rudi melanjutkan karena itu saja rekan-rekan yang bisa saya informasikan pada siang hari ini.

“Mohon dukungannya, kita terus menyampaikan update dan kita lakukan pemeriksaan supaya kita bisa menemukan peristiwanya kemudian melihat siapa yang harus bertanggung jawab. Tentunya hal yang paling penting adalah kita memperbaiki tata kelola yang harus dilaksanakan oleh Lapas kelas 2A Cibinong,” harapnya. (Ophay)

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva