BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Kebaktian menjadi bagian dari upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua dalam memenuhi hak keagamaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Lapas Gunungtua memberikan kesempatan kepada WBP beragama Kristen untuk menjalankan ibadah secara tertib dan khusyuk di ruang perpustakaan Lapas, Minggu (27/09/2026).
Pemenuhan hak keagamaan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan bagi WBP.
Melalui kegiatan keagamaan, Lapas tidak hanya memberikan ruang bagi WBP untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, tetapi juga mendorong mereka untuk membangun sikap positif selama menjalani masa pembinaan.
Dalam kebaktian WBP Lapas Gunungtua, para WBP Kristen mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib.
Kegiatan tersebut meliputi doa bersama, menyanyikan puji-pujian, serta mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Para WBP mengikuti setiap rangkaian kebaktian dengan baik. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk beribadah sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan.
Suasana yang tenang selama kegiatan turut mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas Kelas III Gunungtua.
Melalui pembinaan keagamaan secara rutin, Lapas Gunungtua terus mendorong WBP untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membantu WBP membangun kesadaran diri, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan perilaku yang lebih baik.
Selain menjadi sarana menjalankan ibadah, kegiatan kebaktian WBP Lapas Gunungtua juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian.
Petugas memberikan ruang yang kondusif agar WBP dapat mengikuti kegiatan keagamaan dengan aman, tertib, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai agama.
Lapas Gunungtua berharap pembinaan keagamaan dapat memberikan dampak positif terhadap proses perubahan perilaku WBP.
Dengan mengikuti kegiatan secara konsisten, WBP diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan tersebut juga menjadi bekal bagi WBP untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Dengan membangun kehidupan spiritual dan moral yang lebih baik, WBP diharapkan mampu menjalani kehidupan secara bertanggung jawab serta tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa mendatang.
Lapas Kelas III Gunungtua berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan.
Pemenuhan hak beribadah menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada WBP sekaligus upaya menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, tertib, dan berorientasi pada perubahan positif.

