BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Magang Kemenaker kembali menjadi perhatian melalui pelaksanaan wawancara seleksi Calon Peserta Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan rekrutmen dan pengusulan peserta yang berlangsung pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026 sesuai dengan ketentuan Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui proses seleksi yang transparan dan objektif, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berupaya menjaring lulusan terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat belajar tinggi.
Pelaksanaan seleksi merupakan tindak lanjut atas pemberitahuan mengenai ketentuan seleksi serta pengumuman Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi yang telah diterbitkan oleh penyelenggara.
Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti proses rekrutmen.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli secara resmi membuka kegiatan wawancara melalui media daring.
Dalam arahannya, Kepala Lapas menegaskan bahwa proses seleksi bukan hanya menjadi tahapan administratif, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan calon peserta magang yang memiliki kemampuan, karakter, serta komitmen dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Beliau juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama proses wawancara berlangsung.
Menurutnya, sikap profesional dan motivasi belajar menjadi salah satu aspek penting yang dinilai selain latar belakang akademik.
Kegiatan wawancara didampingi oleh Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Kepala Urusan Umum, serta Tim Seleksi Calon Peserta Magang.
Tim melakukan penilaian secara objektif berdasarkan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan organisasi.
Seluruh proses berlangsung tertib, lancar, dan kondusif sehingga setiap peserta dapat mengikuti tahapan seleksi secara optimal.
Pada pelaksanaan seleksi kali ini, sebanyak 52 calon peserta magang mengikuti wawancara secara daring.
Para peserta memaparkan latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi maupun akademik, motivasi mengikuti program pemagangan, hingga rencana kontribusi yang dapat diberikan apabila dinyatakan lolos sebagai peserta magang.
Tim seleksi kemudian memberikan sejumlah pertanyaan untuk menggali kompetensi, kemampuan komunikasi, kesiapan bekerja, serta komitmen peserta dalam mengikuti program hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan proses rekrutmen yang transparan, objektif, akuntabel, dan profesional.
Seleksi dilakukan tanpa diskriminasi serta mengedepankan prinsip merit sehingga seluruh peserta memiliki peluang yang sama berdasarkan kemampuan dan kompetensinya.
Hasil seleksi akan mengikuti mekanisme penetapan yang telah ditentukan oleh penyelenggara Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.
Peserta yang dinyatakan lulus nantinya dapat melihat pengumuman resmi melalui website Maganghub sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui program ini, diharapkan lahir sumber daya manusia muda yang berkualitas, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
