BINTASARA.com, MANADO – Misa Syukur kembali menjadi bagian penting dalam program pembinaan kepribadian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado.
Melalui pelayanan rohani yang dipimpin Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike pada Jumat (24/7/2026), warga binaan beragama Katolik mengikuti perayaan ekaristi dengan penuh kekhusyukan sebagai upaya memperkuat keimanan, membangun karakter positif, serta menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pembinaan Lapas Kelas IIA Manado tersebut, diikuti puluhan warga binaan beragama Katolik dengan penuh antusias.
Seluruh rangkaian misa berlangsung tertib, khidmat, dan penuh sukacita.
Melalui renungan yang disampaikan dalam perayaan ekaristi, warga binaan diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat nilai-nilai kasih, serta membangun semangat pertobatan selama menjalani masa pidana.
Pelayanan pastoral yang diberikan Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike merupakan bentuk kepedulian terhadap pembinaan spiritual warga binaan.
Kehadiran para pelayan gereja di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menghadirkan motivasi agar warga binaan mampu menjalani proses pembinaan dengan optimisme dan tanggung jawab.
Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike yang secara konsisten memberikan pelayanan rohani kepada warga binaan.
Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, serta memiliki kesiapan untuk kembali diterima di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike atas perhatian dan pelayanan yang terus diberikan kepada warga binaan. Dukungan dari berbagai pihak, khususnya lembaga keagamaan, sangat membantu kami dalam mewujudkan pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan,” ujar Krisman.
Ia menegaskan bahwa Lapas Kelas IIA Manado terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan keagamaan bagi seluruh warga binaan, tanpa membedakan agama maupun kepercayaan.
Setiap warga binaan diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, sebagai bagian dari pemenuhan hak sekaligus proses pembinaan kepribadian.
Program pembinaan spiritual diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, warga binaan memperoleh pembekalan moral, meningkatkan kesadaran diri, serta memperkuat komitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran hukum setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Selain menjadi sarana mempererat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dengan institusi keagamaan, Misa Syukur Lapas Manado juga mencerminkan implementasi Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan manusia yang berintegritas, produktif, dan bertanggung jawab.
Pendekatan pembinaan yang mengedepankan aspek spiritual diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan warga binaan sehingga mereka siap menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih baik.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Manado kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, mencakup aspek kepribadian, mental, spiritual, dan sosial.
Sinergi bersama Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yaitu membina warga binaan menjadi insan yang beriman, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
