April 15, 2026 01:12
Breaking News

Lahar Dingin Merapi Terjang Sungai Senowo, 4 Penambang Hilang dan 1 Tewas

MAGELANG|Bintasara.com -Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2026) siang hingga sore memicu banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo, wilayah barat daya Merapi, Kabupaten Magelang. Bencana tersebut menyeret empat penambang pasir yang hingga kini masih dalam pencarian, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Data sementara menyebutkan, tiga truk pengangkut pasir hanyut terbawa arus, dua alat berat serta 12 truk lainnya tertimbun material lahar. Selain itu, enam petani yang berada di sekitar lokasi mengalami luka-luka akibat terjangan material vulkanik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung mengerahkan tim penyelamat ke lokasi.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan, Polresta Magelang Tanam Jagung Serentak di Muntilan

“Kami menerima laporan pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB telah terjadi bencana lahar dingin yang menyeret empat penambang di Sungai Senowo. Satu tim dari Unit Siaga SAR Magelang langsung kami kirimkan untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono dalam keterangannya.

Empat penambang yang dilaporkan hilang masing-masing Maryuni, Heru, dan Hasyim—warga Dukuh Krinjing, Kecamatan Dukun—serta Fuad, warga Kecamatan Srumbung, seluruhnya berdomisili di Kabupaten Magelang.

Sementara korban meninggal dunia diketahui bernama Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Unit Siaga SAR Magelang, unsur TNI-Polri, relawan, serta aparat setempat saat ini masih melakukan pencarian intensif. Operasi pencarian melibatkan anjing pelacak K9 milik Polresta Magelang, drone untuk pemetaan aliran sungai, serta penyisiran manual ke arah hilir sejauh kurang lebih satu kilometer.

Baca Juga  Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pengamanan Ketat Kunjungan Presiden Prabowo di Magelang

Menurut Budiono, kondisi cuaca di lokasi pada Rabu pagi terpantau cerah dan debit air sungai telah kembali normal, sehingga proses pencarian dapat dilakukan lebih optimal.

“Tim SAR gabungan sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian. Saat ini cuaca cukup cerah dan debit air sungai telah normal kembali. Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko aktivitas penambangan di aliran sungai berhulu di Merapi, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan puncak gunung api aktif tersebut.

 

Sumber: Mualim

Editor: Agung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya