MADIUN |Bintasara.com –Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam teknik pencak silat, tetapi juga memiliki karakter kuat, mental tangguh, dan daya saing global. Pembinaan karakter dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan perjuangan dan eksistensi SH Terate di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Ketua II Bidang Teknik Pencak Silat PSHT, Kangmas Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Widjang Pranjoto, saat kegiatan sosialisasi di Madiun, Jumat (23/1/2026).
“Kekuatan utama SH Terate bukan semata pada penguasaan teknik bela diri, tetapi pada pembentukan karakter warganya. Sejak awal berdiri, SH Terate membentuk manusia berbudi luhur, berjiwa ksatria, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegas Widjang Pranjoto.
Ia menekankan bahwa pembinaan pencak silat harus berjalan seimbang dengan penanaman nilai moral, etika, dan mentalitas juang. Menurutnya, prestasi sejati hanya dapat diraih apabila dilandasi kejujuran, persaudaraan, dan sikap ksatria yang menjadi ajaran inti SH Terate.
“Teknik tanpa karakter akan rapuh. Sebaliknya, karakter yang kuat akan melahirkan prestasi yang berkelanjutan dan membanggakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Widjang Pranjoto menyoroti tantangan global yang semakin kompetitif. Ia mendorong generasi muda SH Terate untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para perintis.
“Generasi SH Terate ke depan harus mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Mereka bukan hanya atlet atau pendekar, tetapi juga duta nilai-nilai luhur bangsa yang membawa nama baik SH Terate dan Indonesia di kancah dunia,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan ajaran para pendiri agar SH Terate tetap kokoh sebagai organisasi persaudaraan yang berlandaskan nilai, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Selama nilai luhur tetap dijaga, SH Terate akan terus melahirkan generasi yang kuat secara fisik, matang secara mental, dan bermartabat dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Editor: M. Anang Sastro
Sumber: R. Agung

