Juli 17, 2026 10:50
Breaking News

Akhir Pencarian Petani Hanyut di Bogowonto, Korban Ditemukan Meninggal 6 Km dari Lokasi

WONOSOBO|Bintasara.com -Operasi pencarian terhadap Imbuh (42), petani asal Dusun Larangan, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, yang dilaporkan hanyut di Sungai Bogowonto, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Senin (13/4/2026) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di aliran sungai sejauh kurang lebih 6 kilometer dari lokasi kejadian.

“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak kurang lebih 6 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Dusun Sembir, Desa Ngadikerso, Kecamatan Sapuran. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka,” ujar Budiono.

Baca Juga  Lapor Pak Bupati, Akses Jalan di Desa Ladea Tertimbun Longsor Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Bogowonto mulai dari lokasi kejadian perkara (LKP) hingga kawasan Wisata Alam Kali Telu dengan total jarak pencarian mencapai sekitar 8 kilometer. Proses pencarian tidak mudah, mengingat kondisi sungai yang berarus deras, berbatu, serta medan yang terjal dan sulit diakses.

Selain itu, akses menuju titik-titik pencarian yang berada di lembah curam menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif hingga korban akhirnya berhasil ditemukan di wilayah hilir sungai.

“Medan yang terjal dan arus sungai yang cukup kuat menjadi kendala utama dalam pencarian. Namun berkat sinergi tim SAR gabungan, korban akhirnya dapat ditemukan,” jelasnya.

Baca Juga  Dua Minggu Terombang-ambing di Laut Filipina, Bakamla RI Berhasil Pulangkan Nelayan Bitung Kepada Keluarganya

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kami nyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh tim SAR gabungan,” pungkas Budiono.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor dan meningkatkan debit air secara tiba-tiba. (AG)

By Agung

Kami adalah Jurnalis Bintasara, individu idealis yg membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *