Juli 17, 2026 12:13
Breaking News

Lapor Pak Bupati, Akses Jalan di Desa Ladea Tertimbun Longsor Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

Nias, Bintasara.com Kondisi akses jalan yang tertimbun longsor, terutama yang melumpuhkan konektivitas antar desa memicu harapan besar warga kepada pemerintah untuk segera melakukan tindakan perbaikan.

Hal ini terjadi, di wilayah Desa Ladea, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, di mana akses jalan penghubung tertimbun material longsor akibat hujan deras yang melanda wilayah itu.

Pantauan di lapangan,  Sabtu (11/04/2026), kondisi geografis desa yang berada di dataran tinggi dengan struktur tanah labil memperparah risiko terjadinya longsor. Dimana, tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor setelah hujan deras melanda Desa tersebut. Akibatnya, jalan antar desa tertutup material sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca Juga  Gus Ipul Tegaskan Kepala Sekolah Rakyat Jadi Kompas Moral, Guru Orang Tua Kedua

Salah satu warga yang enggan ditulis namanya kepada awak media, Jumat (10/04/2026) mengatakan bahwa material longsor yang menutupi akses jalan tersebut terjadi pada Rabu kemarin, sekitar Pukul 16:00 WIB dan beberapa hari hingga sampai saat ini material longsor masih dibiarkan begitu saja.

Dia menyebut, jalan yang tertutup tanah longsor merupakan jalan penghubung antara desa Ladea dan Menuju Desa Lolozasai sehingga beberapa desa terisolasi termasuk Desa Sisobahili. Termasuk penghubung antara desa Tuhegeo II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Meski demikian, warga memastikan tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam kejadian tersebut.

“Ruas jalan yang tertimbun longsor tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dan sangat berdampak bagi beberapa desa karena akses jalan ini digunakan oleh warga yang paling dekat dilalui untuk menuju ke jalan nasional. Sedangkan, jalan lain harus memutar jauh,” jelasnya.

Baca Juga  Gencar-Gencar Adanya Informasi Program Pembangunan Jembatan Aramco di Nias, Warga Titipkan Harapan kepada TNI AD

Dia juga merasa khawatir, timbunan material longsor memanjang hingga 30 meter sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Tak hanya itu, ujung material longsor juga hampir mencapai dekat pemukiman warga.

Ia meminta bantuan ke pemerintah atau dinas terkait agar segera menurunkan alat berat untuk pembersihan timbunan tanah longsor karena tebalnya material tanah.

“Karena ini betul-betul akses utama warga ke kota dan begitu juga para siswa SD, SMP dan SMA untuk mendapatkan pendidikan, “tandasnya.

Di tempat yang sama, salah seorang warga bermarga Bate’e yang merupakan pengendara roda dua mengatakan bahwa sudah 2 hari pasca tertimbun bahan material longsor, namun jalan tersebut belum ada tindakan dari pemerintah untuk memperbaikinya, seperti ada pembiaran agar terisolasi terlalu lama.

Baca Juga  Miris, Proyek Peningkatan Ruas Jalan Sogaeadu-Ladea Orahua Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak

Padahal, pihak dinas terkait telah berjanji membuka kembali jalan yang tertutup, namun hingga kini material longsor masih menutup jalan.

“Tentunya besar harapan kita kepada pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan agar akses bisa kembali dilalui,” pungkasnya. (Kris Laoli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *