Nias Selatan, Bintasara.com – Ketua DPRD Nias Selatan Elisati Halawa bersama dengan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Rajin Haria, menyerahkan bantuan perahu kepada kelompok nelayan di tiga kecamatan, berlangsung, di Tambatan Perahu, Dermaga Baru Teluk Dalam, Selasa (10/2/2026).
Sebanyak 20 unit bantuan perahu yang diberikan kepada 3 kelompok nelayan itu. Kelompok nelayan penerima bantuan tersebut yaitu, 11 unit kepada Kelompok Nelayan Sotakula Soyo di Kelurahan Pasar Teluk Dalam, 5 unit untuk Kelompok Nelayan Sotakula Soyo di Desa Bawonahono Kecamatan Fanayma dan 4 unit kepada kelompok nelayan E-Kwan di Desa Lagundri Kecamatan Luahagundre Maniamolo.
Perahu yang diterima adalah perahu berkapasitas 0.5 GT dilengkapi dengan mesin, cool box, pelampung, dayung dan jangkar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rajin Haria, mengatakan bantuan ini merupakan aspirasi dari Ketua DPRD Elisati Halawa melalui pokok pikiran (Pokir) 2025.
“Ini adalah merupakan bantuan dari Ketua DPRD (Elisati Halawa) untuk dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan baik dan bukan untuk dipindahtangankan atau diperjualbelikan,” pesan Rajin Haria kepada para nelayan penerima manfaat.
“Jikapun hal itu terjadi maka harus dilakukan kepada kelompok itu sendiri atau kepada anak nelayan itu sendiri,” pungkas Rajin Haria.
“Jangan coba-coba memindahtangankan atau diperjualbelikan perahu ini, kita harus tegas dengan itu. Kalau tidak sanggup lagi karena sudah tua, maka dilaporkan agar bisa dipindahkan ke anggota yang lain di kelompok itu sendiri atau kepada anaknya,” sambung dia.
Kadis DKP menyampaikan pesan kepada Ketua DPRD Nias Selatan agar kekurangan alat tangkap nelayan dapat dialokasikan pada P-APBD Tahun 2026.
“Kalau para nelayan ini masih memiliki kekurangan yaitu alat tangkap seperti jaring ikan, dia berharap agar dapat dialokasikan nanti pada P-APBD di tahun 2026 ini,” harap dia di hadapan Ketua DPRD Nisel.
Sementara itu, Ketua DPRD Nias Selatan, Elisati Halawa menyampaikan kepada para nelayan penerima manfaat untuk berterimakasih kepada Pemerintah Nias Selatan yang telah menyediakan perahu ini kepada mereka.
Elisati di hadapan Kadis Kelautan dan Perikanan, mengungkapkan di setiap wilayah, perahu nelayan memiliki spek tersendiri.
“Kebetulan saya terlibat ketika berdiskusi dengan kelompok nelayan ini, ternyata Pak Kadis di Walondrawa saja dengan di Lagundri beda spek perahu yang dibutuhkan setiap wilayah itu, makanya ada kegelisahan saya, ternyata spek perahu yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan,” bebernya.
Dia menambabkan, Dinas Kelautan dan Perikanan saat ini bisa merumuskan spek perahu sesuai kebutuhan nelayan itu sendiri.
“Spek-spek perahu nelayan kita saat ini telah sesuai dengan situasi nelayan kita, maka apa yang disampaikan oleh Pak Kadis tadi tidak ada alasan lagi untuk menjual, tidak ada alasan lagi untuk memindahtangankan, itu harus kita catat,” tandas Politisi Senior PDI-Perjuangan itu.
Terkait penyampaian Kadis Kelautan dan Perikanan soal alat tangkap nelayan, Elisati, berujar akan berdiskusi lebih lanjut dengan Kadis Kelautan dan Perikanan dalam membahas anggaran agar kelengkapan nelayan itu terpenuhi.
Ke depan, kata dia, dipikirkan agar nelayan ini tidak lagi ketergantungan terhadap tengkulak atas hasil tangkapan mereka.
“Melalui program Dinas Kelautan dan Perikanan nantinya agar dipikirkan bagaimana dibuat semacam koperasi bagi ibu-ibu nelayan untuk bisa menjual hasil tangkapan mereka sehingga tidak lagi ketergantungan dari tengkulak,” tukas dia.
Ia juga berharap agar para nelayan mendapatkan program PKH yang digagas oleh Pemerintah, sehingga para nelayan mendapat kesejahteraan.



