April 22, 2026 15:35
Breaking News

Terkait Temuan PPATK, Akhirnya Menteri Sosial Berikan Penjelasan

Jakarta, BINTASARA.com — Terkait dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sekitar 27.932 yang merupakan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terindikasi menerima Bantuan Sosial (Bansos), akhirnya Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf memberikan penjelasan.

Menurut Saifullah Yusuf, dirinya telah mendatangi PPATK untuk merevisi data yang tidak beres dan kurang sesuai tersebut.

Saifullah Yusuf Menteri Sosial Republik Indonesia (istimewa)

“Memang kita yang datang ke PPATK. Kita coret yang tidak beres. Kita alihkan kepada yg lebih berhak. Siapapun yang tidak sesuai aturan kita coret,” tutur eks Wakil Gubernur Jawa Timur 2 periode ini, melalui sambungan pesan WhatsApp, pada Sabtu (23/8/2025).

Gus Ipul sapaan akrab Mensos RI mengatakan, data tersebut bersumber dari beberapa wilayah, yang saat ini masih dianalisis dan didalami.

“Tersebar di beberapa wilayah. Datanya lengkap. Sekarang masih di analisis dan di dalami. Data umumnya sudah dirilis beberapa waktu yang lalu. Setiap perkembangan ada di medsos kemensos,” kata eks ketua umum Gerakan Pemuda Ansor dua periode masa khidmat 2000-2005 dan 2005-2010 itu.

Baca Juga  Ditjen Gakkum Gagalkan Penyelundupan 94 Spesimen TSL, Dua Pelaku Dijadikan Tersangka

Alumni Universitas Nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini mengungkapkan, dirinya akan terus melakukan perbaikan data penerima bansos.

“Kami terus pro aktif untuk memperbaiki data, agar bansos tepat sasaran,” ujar Gus Ipul.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) masa khidmat 2022-2027 ini menambahkan, semua data saat ini lagi dikoreksi hingga kroscek lapangan untuk menentukan layak atau tidak menerima bansos.

“Semua data kita cek ke lapangan terus kita coret. Sementara cukup dulu. Nanti ikuti rilis berkala dari kemensos,” imbuhnya.

Sebelumnya pada berita yang berjudul “Temuan PPATK 27.932 Pegawai BUMN Terindikasi Terima Bansos, Kemensos RI Bungkam” Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwa di salah satu bank terindentifikasi 27.932 penerima bansos berstatus pegawai BUMN.

Tak hanya itu, PPATK juga menemukan 7.479 penerima bansos berprofesi sebagai dokter, bahkan dari 10 juta rekening penerima bansos, PPATK hanya menemukan 8.398.624 yang benar-benar menerima bantuan.

Baca Juga  Diduga Ada yang Tidak Beres, Insiyah Datangi Kantor BRI Unit Baron Didampingi Anggota DPRD

Sementara sisanya sekitar 1,7 juta rekening tidak ada bukti menerima bansos. Yang paling mengejutkan sekitar 60 orang penerima memiliki saldo rekening di atas Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Sementara sebelum Mensos RI Saifullah Yusuf memberikan penjelasan, awak media sempat mengkonfirmasi melalui Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia (Dirjen Rehsos RI) Supomo ketika dikonfirmasi melalui akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-2267 pada Sabtu (16/8/2025) sekira pukul 11.12 WIB tak memberikan respon.

Pada Minggu (17/8/2025) wartawan BINTASARA.com mencoba kembali mengkonfirmasi kepada Supomo melalui akun WhatsApp dengan nomor yang sama yakni 0813-xxxx-2267 sekira pukul 07.26 WIB, kembali tidak mendapatkan respon.

Wartawan BINTASARA.com masih terus berupaya untuk mengkonfirmasi kepada Supomo Dirjen Rehsos RI, pada Senin (18/8/2025) kembali menghubungi kepada akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-2267 sekira pukul 14.22 WIB, namun lagi-lagi tidak mendapatkan penjelasan.

Tak putus asa, pada Selasa (19/8/2025) wartawan masih berusaha untuk mengkonfirmasi kejelasan temuan PPATK tersebut kepada Supomo Dirjen Rehsos RI melalui sambungan akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-2267 sekira pukul 10.51 WIB, yang tetap tidak mendapatkan respon.

Baca Juga  Gandeng KPK , Gus Ipul Memastikan Penyaluran Bansos Dilakukan Secara Transparan dan Tepat Sasaran

Terpisah Indah Octaviani Putri Pranata Humas Ahli Pertama Sekretariat Dirjen Rehsos RI ketika dikonfirmasi melalui akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-9089 pada Minggu (17/8/2025) sekira pukul 07.24 WIB juga tidak memberikan respon.

Upaya mendapatkan penjelasan terus dilakukan wartawan BINTASARA.com, pada Senin (18/8/2025) kembali melakukan konfirmasi kepada Octaviani Putri Pranata Humas Ahli Pertama Sekretariat Dirjen Rehsos RI dengan cara yang sama yakni dengan menghubungi akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-9089 sekira pukul 14.23 WIB namun lagi-lagi tidak ada respon.

Upaya konfirmasi dilanjutkan pada Selasa (19/8/2025) melalui Octaviani Putri Pranata Humas Ahli Pertama Sekretariat Dirjen Rehsos RI, dengan kembali menghubungi akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-9089 sekira pukul 10.53 WIB, namun tetap tidak ada respon.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya