BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Lapas Muara Teweh bagikan masker kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai langkah cepat mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kualitas udara memburuk di wilayah sekitar.
Kegiatan preventif tersebut berlangsung pada Kamis (20/08/2026) dengan melibatkan jajaran Subseksi Perawatan/Kesehatan Lapas Muara Teweh bersama peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Pembagian masker medis menjadi salah satu upaya Lapas Muara Teweh untuk melindungi kesehatan WBP dari paparan kabut asap.
Petugas membagikan masker secara merata ke seluruh blok dan kamar hunian agar seluruh warga binaan memperoleh perlindungan di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
Selain membagikan masker, petugas kesehatan bersama peserta magang Kemnaker memberikan edukasi secara langsung kepada WBP.
Edukasi tersebut mencakup bahaya paparan kabut asap terhadap kesehatan, khususnya risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Petugas juga mengingatkan warga binaan agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan hunian, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Langkah tersebut penting untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap karhutla.
Lapas Muara Teweh bagikan masker sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi lingkungan yang terpapar asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan secara cepat dan terukur.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan komitmen Lapas Muara Teweh dalam memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi seluruh warga binaan.
Petugas tidak hanya memberikan pelayanan ketika WBP mengalami keluhan kesehatan, tetapi juga menjalankan langkah promotif dan preventif untuk mencegah munculnya penyakit.
Pelibatan peserta Magang Kemnaker turut memberikan nilai positif dalam kegiatan tersebut.
Para peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan manajemen kesehatan masyarakat, kepedulian sosial, serta pentingnya respons cepat terhadap kondisi lingkungan di tempat kerja pemasyarakatan.
Kepala Lapas Muara Teweh menegaskan bahwa kesehatan warga binaan menjadi salah satu prioritas utama.
Pihaknya akan terus mengambil langkah antisipatif apabila kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi kesehatan WBP maupun petugas.
“Melihat kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap karhutla, kami mengambil langkah cepat melalui jajaran perawatan dan peserta magang Kemnaker untuk membagikan masker medis. Ini merupakan bentuk komitmen pelayanan kesehatan dan kepedulian kami agar seluruh warga binaan tetap sehat, terhindar dari ISPA, serta dapat mengikuti seluruh kegiatan pembinaan dengan aman dan kondusif,” pungkasnya.
Melalui pembagian masker dan edukasi kesehatan tersebut, Lapas Muara Teweh berharap seluruh WBP semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Upaya pencegahan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada warga binaan.





