Juli 31, 2026 17:47
Breaking News

Hindari Berdesekan, Kemenag Imbau Peserta Zikir Doa Kebangsaan di Monas Datang Lebih Awal

https://bintasara.com/Zikir Doa Kebangsaan

BINTASARA.com | JAKARTA – Zikir Doa Kebangsaan akan mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penanggung jawab penyelenggaraan terus mematangkan seluruh persiapan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan khidmat.

Zikir Doa Kebangsaan di Monas Pastikan Acara Aman, Lancar, dan Khidmat

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama sekaligus Sekretaris Tim Kerja Kemenag untuk Zikir Doa Kebangsaan, Muchlis M. Hanafi, mengatakan panitia memfokuskan persiapan pada kesiapan operasional di lapangan. Panitia mengoptimalkan pengaturan akses peserta, sistem pengamanan, layanan kesehatan, transportasi, hingga dukungan teknis lainnya.

“Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk,” ujar Muchlis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga  Zikir Doa Kebangsaan Digelar di Monas, Kemenag Ajak Masyarakat Sambut Bulan Kemerdekaan Bersama Habib Syech

Panitia memperkirakan sekitar 100.000 peserta akan menghadiri kegiatan tersebut. Karena itu, Muchlis mengimbau seluruh peserta datang lebih awal agar proses masuk ke kawasan Monas berjalan lancar dan tidak menimbulkan kepadatan menjelang acara mulai.

“Kami mengimbau peserta datang lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang mulainya acara,” tegasnya.

Panitia juga meminta seluruh peserta mematuhi ketentuan, di antaranya:

  • Hadir sesuai titik kumpul dan jadwal yang telah di koordinasikan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, instansi, atau kelompok masing-masing.
  • Membawa perlengkapan ibadah bagi peserta muslim yang akan mengikuti Salat Magrib berjamaah.
  • Membawa perlengkapan pribadi secukupnya karena kegiatan berlangsung di ruang terbuka.
  • Mematuhi prosedur pemeriksaan keamanan di seluruh pintu masuk kawasan Monas.
  • Mengikuti arahan petugas dan koordinator lapangan terkait jalur masuk, titik kumpul, maupun jalur evakuasi apabila perlu.
  • Menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga  Zikir Doa Kebangsaan Digelar di Monas, Kemenag Ajak Masyarakat Sambut Bulan Kemerdekaan Bersama Habib Syech

Selain itu, panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti panggung utama, sistem tata suara, pos kesehatan, pos keamanan, pusat informasi, serta skema transportasi dan mobilisasi peserta dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Panitia terus menyempurnakan seluruh kesiapan tersebut hingga menjelang pelaksanaan acara.

Muchlis menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Zikir Doa Kebangsaan tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia, tetapi juga pada kedisiplinan seluruh peserta dalam menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas.

“Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mengawali peringatan kemerdekaan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kekhusyukan agar kegiatan ini berlangsung dengan baik serta memberikan kesan yang membanggakan bagi kita semua,” katanya.

Baca Juga  Zikir Doa Kebangsaan Digelar di Monas, Kemenag Ajak Masyarakat Sambut Bulan Kemerdekaan Bersama Habib Syech

Muchlis berharap Zikir Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi pembuka rangkaian HUT Ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa lahir dari perpaduan antara kerja keras, doa, persatuan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita bekerja keras membangun Indonesia, tetapi pada saat yang sama kita juga memohon pertolongan dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi energi moral yang memperkuat persatuan bangsa dan mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang semakin maju, adil, makmur, serta dirahmati Allah Swt.,” pungkas Muchlis. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *