BINTASARA.com, MEDAN – Panen Kacang Tanah kembali menjadi bukti nyata komitmen Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
Melalui pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, Kanwil Ditjenpas Sumut terus menghasilkan komoditas pangan yang bernilai ekonomis, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan panen tersebut berlangsung di lahan pertanian Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara pada Senin (13/07/2026), dan melibatkan seluruh jajaran sebagai bentuk sinergi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Rindra Wardhana, selaku Koordinator Ketahanan Pangan, memimpin langsung kegiatan panen bersama seluruh pegawai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program pembinaan berbasis produktivitas yang terus dikembangkan melalui pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Kanwil Ditjenpas Sumut memanfaatkan lahan yang tersedia, untuk menghasilkan berbagai komoditas pertanian yang mendukung kebutuhan pangan.
Selain memberikan hasil panen yang bermanfaat, program tersebut juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Pemilihan tanaman kacang tanah bukan tanpa alasan. Tanaman legum ini memiliki kemampuan mengikat nitrogen dari udara melalui bintil akar, sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.
Dengan demikian, lahan pertanian tetap terjaga kualitasnya dan siap digunakan kembali untuk musim tanam berikutnya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia.
Strategi tersebut sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan yang saat ini terus didorong pemerintah.
Selain menghasilkan komoditas pangan, pengelolaan lahan yang tepat juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan produktivitas tanah, dan menciptakan siklus pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Rindra Wardhana mengatakan bahwa keberhasilan panen kali ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran yang secara konsisten merawat lahan pertanian sejak proses pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen.
“Panen kacang tanah ini merupakan hasil dari kerja sama, semangat gotong royong, dan konsistensi seluruh jajaran dalam mengelola lahan secara optimal. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kami terus berupaya memanfaatkan setiap potensi yang ada agar memberikan manfaat nyata bagi institusi maupun masyarakat,” ujar Rindra Wardhana.
Ia menambahkan bahwa, budidaya kacang tanah menjadi bagian dari strategi pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
Selain menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomi, tanaman tersebut juga membantu memperbaiki struktur tanah sehingga produktivitas lahan tetap terjaga untuk penanaman komoditas selanjutnya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara menunjukkan bahwa institusi pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan dan pelayanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Melalui pemanfaatan lahan produktif, Kanwil Ditjenpas Sumut terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong terciptanya sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ke depan, Kanwil Ditjenpas Sumut berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan memaksimalkan potensi lahan yang tersedia.
Berbagai komoditas pangan akan terus dibudidayakan sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah sekaligus memperkuat peran Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
