BINTASARA.com, MANADO – Lapas Manado, bibit lele menjadi bagian dari langkah nyata memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado menerima bantuan sebanyak 8.000 bibit lele dari Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu pada Kamis (9/7/2026).
Bantuan tersebut menjadi wujud sinergi antarinstansi dalam mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor budidaya perikanan yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu dengan suasana penuh semangat kolaborasi.
Program ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara Lapas Kelas IIA Manado dan BBAT Tatelu, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan sumber daya yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 8.000 bibit lele yang diterima akan dibudidayakan di area Lapas Manado sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
Melalui kegiatan budidaya tersebut, warga binaan memperoleh kesempatan mempelajari teknik pembesaran ikan, manajemen pemeliharaan, pengelolaan pakan, hingga proses panen yang dapat menjadi bekal keterampilan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Program budidaya perikanan ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan kemampuan dan keterampilan warga binaan di bidang perikanan, hasil budidaya juga berpotensi mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas serta memberikan nilai tambah bagi program pembinaan yang berorientasi pada produktivitas.
Kolaborasi antara Lapas Manado dan BBAT Tatelu menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi mampu menghadirkan program pembinaan yang lebih inovatif.
Melalui dukungan berbagai pihak, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang memiliki peluang usaha dan nilai ekonomi setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas, produktif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Budidaya lele menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek menjanjikan karena mudah dikembangkan, memiliki permintaan pasar yang tinggi, serta mampu mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Manado berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah maupun mitra strategis lainnya.
Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, Lapas Manado optimistis dapat menghadirkan lebih banyak program pembinaan yang bermanfaat, meningkatkan kemandirian warga binaan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.



