Juli 9, 2026 19:57
Breaking News

Perkuat Mitigasi Bencana, Bapas Muara Teweh Koordinasi dengan BPBD Barito Utara

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Bapas Muara Teweh Mitigasi menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap potensi bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam pelaksanaan mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi risiko yang dapat mengganggu pelayanan publik.

Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, memimpin langsung kegiatan tersebut dan disambut hangat oleh jajaran BPBD Kabupaten Barito Utara.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi. Kedua instansi berdiskusi mengenai berbagai langkah preventif yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana, khususnya yang berisiko terjadi di lingkungan kantor Bapas.

Baca Juga  Melalui Sosialisasi, Petugas Medis Rutan Sidikalang Tingkatkan Kesadaran PHBS Warga Binaan Secara Nyata

Salah satu pembahasan utama dalam koordinasi tersebut ialah rencana penertiban dan pemangkasan sejumlah pepohonan yang berada di sekitar area kantor Bapas Kelas II Muara Teweh.

Beberapa pohon dinilai memiliki potensi membahayakan karena kondisi fisiknya yang sudah rapuh dan berada di dekat area aktivitas pegawai maupun masyarakat. Apabila tidak segera ditangani, pohon-pohon tersebut berpotensi tumbang ketika terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Langkah mitigasi ini menjadi bagian dari upaya nyata Bapas Kelas II Muara Teweh dalam meminimalkan risiko kecelakaan akibat bencana alam.

Selain melindungi keselamatan pegawai, upaya tersebut juga bertujuan memberikan rasa aman kepada klien pemasyarakatan serta masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan di Bapas.

Baca Juga  Deteksi Dini ATHG, FKDM Kota Bekasi Laksanakan Sosialisasi Melibatkan BNPT

Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.

Oleh sebab itu, pihaknya terus membangun koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar potensi risiko dapat diidentifikasi dan diminimalkan sejak dini.

“Kami terus berupaya membangun sinergi dengan BPBD Kabupaten Barito Utara dalam melakukan langkah-langkah preventif terhadap potensi bencana. Penertiban pepohonan yang berisiko merupakan bentuk komitmen kami untuk menjaga keselamatan pegawai, klien pemasyarakatan, dan masyarakat yang datang ke Bapas,” ujar Ading.

Melalui sinergi ini, Bapas Kelas II Muara Teweh menunjukkan komitmennya dalam menerapkan budaya kerja yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

Kerja sama lintas sektor menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus tangguh terhadap ancaman cuaca ekstrem maupun kondisi darurat lainnya.

Baca Juga  Lapas Kotanopan Berhasil Panen Sayuran, Warga Binaan Makin Produktif dan Mandiri

BPBD Kabupaten Barito Utara menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek keselamatan di lingkungan instansi pemerintah.

Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program mitigasi lainnya, termasuk edukasi kebencanaan, peningkatan kesiapsiagaan aparatur, hingga penyusunan langkah-langkah penanganan darurat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Ke depan, Bapas Kelas II Muara Teweh bersama BPBD Kabupaten Barito Utara berkomitmen memperkuat koordinasi secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan nyaman, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan langkah preventif yang konsisten, Bapas Muara Teweh Mitigasi diharapkan menjadi contoh sinergi antar lembaga dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pemerintahan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya