Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan hunian tetap tersebut.
“Ini termasuk yang tercepat. Paling cepat saya sampaikan,” ujar Tito saat acara penyerahan kunci huntap di Tapsel.
Percepatan Huntap Tapsel Didukung Pendataan Cepat dan Akurat
Tito menjelaskan, keberhasilan pembangunan hunian tetap di Tapsel tidak terlepas dari tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah kecepatan pemerintah daerah dalam menyusun data korban secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) lengkap dengan kategori kerusakan.
Data tersebut kemudian diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum masuk ke tahap pembangunan yang melibatkan berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), hingga organisasi nonpemerintah seperti Yayasan Buddha Tzu Chi.
Bupati Tapsel Diapresiasi, Bantuan untuk Warga Terus Mengalir
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengapresiasi kinerja Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, yang dinilai cepat dan lengkap dalam menyampaikan data kerusakan rumah warga, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.
Kecepatan pendataan ini berdampak langsung pada percepatan pencairan bantuan, termasuk:
-
Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan
-
Jaminan Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial sebesar Rp15.000 per orang per hari
-
Bantuan perabot rumah tangga sebesar Rp3 juta
-
Stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta
“Ini juga karena data dari pemerintah daerah diserahkan dengan cepat,” jelas Tito.
Tapsel Jadi Contoh Nasional Penanganan Bencana
Tito menegaskan, keberhasilan percepatan pembangunan huntap di Tapanuli Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang terdampak bencana.
Pasalnya, bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya berdampak luas hingga 52 kabupaten/kota di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Ia pun mendorong seluruh kepala daerah untuk mempercepat proses pendataan agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Semakin cepat data kami terima, semakin cepat diverifikasi BPS, dan semakin cepat BNPB serta Kementerian PKP bergerak,” pungkasnya.
Skema Pembangunan Hunian Tetap (Huntap)
Sebagai informasi, pemerintah menyediakan tiga skema pembangunan hunian tetap bagi korban bencana, yaitu:
-
Huntap In Situ – dibangun oleh BNPB di lokasi semula
-
Huntap Komunal – dibangun oleh Kementerian PKP
-
Relokasi Mandiri – masyarakat membangun secara mandiri dengan dukungan pemerintah



