April 21, 2026 13:41
Breaking News

Puncak Dies Natalis ke 41, OSIS SMA Negeri 1 Gondang Adakan Jalan Sehat

Nganjuk, BINTASARA.com — Pada puncak kegiatan Dies Natalis yang ke 41, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gondang, Nganjuk, mengadakan acara jalan sehat, pada Sabtu (6/9/2025) pagi.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan BINTASARA.com, kegiatan Dies Natalis tidak hanya diisi dengan jalan sehat melainkan juga ada kegiatan pertunjukan kebolehan-kebolehan yang langsung dilakukan oleh para siswa-siswi SMA Negeri 1 Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.

www.bintasara.com
Penampilan seni tunggal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) (Istimewa)

Event Dies Natalis dibuka dengan tampilan dari EXIGO (Ekstra Musik SMAGO) diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” dilanjutkan dengan penampilan variasi dari ekstrakurikuler Paskibra Sadewa, juga disambung dengan penampilan semaphore yang merupakan tampilan dari ekstrakurikuler Prasmago Amdidien yang dikolaborasikan dengan penampilan seni tunggal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Selain itu juga ditambahkan dengan berbagai penampilan macam ekstrakurikuler olahraga, yaitu mulai dari Gondunk, Exvos, dan GO FC, dilanjutkan dengan aksi pertolongan pertama dari PMR Tirta Rahayu Bimantara, yang dilanjutkan dengan pidato dari EC Cyber Owl.

www.bintasara.com
Prosesi pedang pora yang disusul dengan amanat serta pembukaan dari Kepala SMA Negeri 1 Gondang Agus Susilo (Istimewa)

Tak hanya itu, setelah penampilan kirab panji seluruh ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Gondang, dilanjutkan dengan prosesi pedang pora yang disusul dengan amanat serta pembukaan dari Kepala SMA Negeri 1 Gondang Agus Susilo yang dilanjutkan dengan pelepasan balon serta berdoa bersama.

Tak mau ketinggalan momentum Dies Natalis, sebagian guru juga menunjukkan penampilan yakni dance disela-sela acara yang disambut meriah oleh para siswa-siswi, SMA Negeri 1 Gondang, Nganjuk.

Baca Juga  Menu MBG di Kabupaten Semarang Diprotes, Siswa Terima Ubi, Pisang dan Telur Puyuh

Adapun start jalan sehat adalah di SMA Negeri 1 Gondang, hingga keliling di perkampungan sekitar yakni Desa Talun, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, yang dilanjutkan ke Desa Campur, Kecamatan Gondang, hingga kembali lagi ke SMA Negeri 1 Gondang, di Jalan Raya Gondang – Nganjuk, Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

www.bintasara.com
Penampilan ekstrakurikuler olahraga GO FC ketika Dies Natalis yang ke 41 (Istimewa)

Opening Ceremony juga diiringi dengan backsound lagu yang berjudul “Terbuang Dalam Waktu” dari Barasuara, yang dirilis pada tahun 2024 yang memiliki makna bahwasanya kekuatan cinta dan kasih keluarga SMAN 1 Gondang begitu besar.

Adapun logo yang muncul pada jalan sehat pada Dies Natalis yang ke 41 adalah “4KS1 GO 2025” yang memiliki arti AKSI GO memiliki arti Aksi SMAGO 41 Tahun 2025, dengan mengusung tema “One Step To The Future” ini berisi penampilan gabungan dari berbagai ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Gondang.

Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) Cleo Antonia Ghazalia, ketika dikonfirmasi menyampaikan, kegiatan Dies Natalis yang ke 41 murni inisiatif dari para siswa-siswi SMAGO.

www.bintasara.com
Agus Susilo Kepala SMA Negeri 1 Gondang ketika melepaskan balon (istimewa)

“Ini semua inisiatif dari para siswa-siswi, karena menurut kami kegiatan ini bernuansa positif, akhirnya kami sebagai pengurus OSIS SMAGO memberikan wadah,” ucap Alumni SMP Negeri 3 Rejoso yang akrab dipanggil Cleo.

Baca Juga  Lakukan Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, Presiden Partai Buruh Mendatangi Kabupaten Nganjuk

Ketua OSIS masa bakti 2024-2025 ini mengatakan, seluruh konsep serta rundown acara dilakukan melalui musyawarah bersama kepengurusan OSIS dengan para siswa-siswi.

“Jadi untuk konsep acara dan rangkaian tadi, berdasarkan hasil musyawarah dari seluruh pengurus OSIS dan juga para siswa-siswi,” kata srikandi kelahiran Nganjuk 18 Januari 2008 ini

Eks Ketua OSIS SMP Negeri 3 Rejoso masa bakti 2021-2022 ini menjelaskan, ada dua sumber dana untuk event jalan sehat pada peringatan Dies Natalis ke 41 SMA Negeri 1 Gondang.

“Untuk sumber dana yang pertama berasal dari sumbangan sukarelawan dari para siswa-siswi yang tentunya tidak membebani siswa yang kurang mampu, jadi teman-teman yang kurang mampu tidak kita paksakan untuk membayar,” terang Cleo kepada wartawan BINTASARA.com.

Alumni Sekolah Dasar Negeri 1 Mlorah, Rejoso itu menambahkan, untuk sumber dana yang kedua yaitu dari sponsorship, dengan menyodorkan proposal ke beberapa lembaga yang ada di Kabupaten Nganjuk.

“Mengapa kami menggelar event ini di hari Sabtu, karena kami semua pelajar, sementara pada hari Sabtu kami libur, sehingga kami gelar pada hari ini supaya tidak mengganggu jam belajar kami dan para siswa-siswi SMAGO yang lain,” imbuhnya.

www.bintasara.com

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Gondang Agus Susilo ketika ditemui menyampaikan apresiasi kepada para siswa-siswi khususnya kepada pengurus OSIS yang telah mengadakan kegiatan Dies Natalis semewah ini.

Baca Juga  Empat Kali Gagal Ditemui, Empat Petugas BRI Temui Tim Awak Media

“Sebenarnya dengan melihat situasi kondisi saat ini, kami atas nama pihak sekolah menghendaki agar kegiatan dilaksanakan secara sederhana yakni cukup dengan berdoa bersama, karena doa adalah inti dari semua ulang tahun, yaitu memohon kepada Tuhan yang maha kuasa agar negara dan sekolah kita selalu diberikan perlindungan,” ucap pria yang akrab disapa Agus, kepada BINTASARA.com.

Menurut Eks Kepala SMA Negeri 1 Pace ini, melihat antusias anak-anak yang tidak dapat diragukan kemampuannya, maka pihak sekolah mengikuti keinginan para siswa-siswi.

“Ternyata anak-anak memang luar biasa, kita melihat mulai dari pembukaan acara, hingga semua ekstrakurikuler yang tampil, sungguh luar biasa. Hal ini juga menjadi ajang kreativitas anak-anak, dalam rangka mempersiapkan untuk menghadapi lomba di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi,” kata eks Kepala SMA Negeri 1 Rejoso ini.

Eks Plt Kepala SMA Negeri 1 Kertosono ini membenarkan bahwa kegiatan juga di konsep oleh pengurus OSIS sebagai sarana pembelajaran, baik untuk prestasi maupun berorganisasi.

“Jadi semua ini dikelola oleh anak-anak, baik uang dari sumbangan anak-anak maupun dari sponsor-sponsor yang didatangi anak-anak. Guru satupun tidak ikut, (tidak boleh ikut), sehingga hanya berperan mendampingi dan mengawasi,” tandasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya