Juli 22, 2026 18:49
Breaking News

Lapas Kotanopan Perkuat Pembinaan Humanis Lewat Pengarahan Hak Integrasi Warga Binaan

BINTASARA.com, KOTANOPAN – Pengarahan Hak Integrasi WBP menjadi fokus utama kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotanopan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.

Melalui kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026), petugas memberikan edukasi mengenai hak integrasi, layanan kesehatan, serta pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai arahan tenaga kesehatan agar proses pembinaan berjalan optimal.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan tujuan meningkatkan pemahaman mereka mengenai berbagai hak yang dapat diperoleh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Petugas menjelaskan secara rinci mekanisme pengusulan hak integrasi, mulai dari program asimilasi, pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), hingga cuti menjelang bebas (CMB).

Dalam penyampaiannya, petugas menegaskan bahwa seluruh proses pengusulan hak integrasi dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, dan berdasarkan persyaratan administratif maupun substantif yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga  Lapas Manado Serahkan Bantuan Sosial Kepada Keluarga Warga Binaan

Dengan demikian, setiap warga binaan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan haknya tanpa adanya perlakuan khusus.

Selain memberikan sosialisasi mengenai hak integrasi, petugas juga mengedukasi WBP tentang pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menjalani masa pidana.

Edukasi tersebut meliputi pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia di lingkungan lapas, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter maupun arahan tenaga kesehatan.

Petugas kesehatan menjelaskan bahwa disiplin dalam menjalani pengobatan menjadi faktor penting untuk mempercepat proses penyembuhan sekaligus mencegah munculnya komplikasi penyakit.

Mereka juga mengimbau warga binaan agar segera melapor apabila mengalami keluhan kesehatan sehingga dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara cepat.

Baca Juga  Optimalkan Pemenuhan Hak WBP, Lapas Muara Teweh Gelar Sidang TPP Integrasi dan Remisi Umum

Melalui kegiatan ini, Lapas Kotanopan tidak hanya memberikan informasi mengenai hak-hak warga binaan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam mengikuti seluruh program pembinaan.

Warga binaan yang sehat akan lebih mudah mengikuti berbagai kegiatan pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian yang diselenggarakan oleh lapas.

Kepala Lapas Kelas III Kotanopan, Erik Suranta Ginting, menegaskan bahwa pemenuhan hak integrasi dan pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Kami berkomitmen memastikan setiap warga binaan memperoleh informasi yang benar mengenai hak-haknya, sekaligus mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Dengan demikian, proses pembinaan dapat berjalan dengan baik dan mendukung kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujar Erik Suranta Ginting.

Baca Juga  Respons Arahan Pusat, Jajaran Lapas Muara Teweh Ikuti Zoom Pengarahan Pimpinan Tinggi Ditjenpas

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi mengenai hak integrasi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan warga binaan terhadap proses pembinaan yang berlangsung di dalam lapas.

Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga mencerminkan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas.

Kegiatan pengarahan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Kelas III Kotanopan dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia.

Melalui edukasi yang berkelanjutan mengenai Pengarahan Hak Integrasi WBP serta peningkatan kualitas layanan kesehatan, Lapas Kotanopan terus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang kondusif sehingga warga binaan memiliki kesiapan mental, fisik, dan sosial untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *