Mei 7, 2026 18:31
Breaking News

KONI Pusat Jajaki Kolaborasi Sport Science dengan Formula Medicine Italia

Jakarta, Bintasara.com Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menggelar rapat virtual bersama Dokter Spesialis performa atlet Formula 1 asal Italia Riccardo Ceccarelli, pada Kamis 7 Mei 2026. Pertemuan kali ini membahas penguatan Sport Science, pengembangan performa, serta penerapan metode pelatihan mental bagi para atlet.

Turut hadir dalam rapat virtual kali ini, Wakil Ketua Umum (Waketum) I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian KONI Pusat Ir. Erizal Chaniago, Ketua Bidang Kesehatan Olahraga KONI Pusat Marsma TNI Purn Rochmulyati, SKM., Bendahara Umum KONI Pusat Gugun Yudinar, S.E., Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri KONI Pusat Gudadi Bambang Sasongko, Wakil Ketua Bidang IV Pembinaan Prestasi KONI Pusat Kolonel Kes Purn Drs. Irfan Bachtiar.

Riccardo Ceccarelli merupakan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga sekaligus pendiri Formula Medicine yang berdiri pada tahun 1989 di Viareggio, Italia. Namanya dikenal luas di dunia Formula 1 dan Motorsport internasional, karena telah lebih dari tiga dekade menangani berbagai pembalap kelas dunia dan mengembangkan pendekatan Sport Science guna meningkatkan performa atlet dibawah tekanan tinggi.

Baca Juga  Kodrat di Pimpin Bambang Soesatyo Tarung Derajat Target Go Internasional

Dalam paparannya, Riccardo menjelaskan bahwa fokus utama Formula Medicine bukan hanya menangani cedera atau pemulihan atlet, melainkan mengoptimalkan performa mental dan fisik agar atlet mampu tampil maksimal saat kompetisi.

Program yang dikembangkan Formula Medicine meliputi mental training, pelatihan fisik khusus, serta pengaturan nutrisi dan recovery atlet. Mental training mencakup latihan konsentrasi, pengelolaan stres, visualisasi lintasan, hingga pengambilan keputusan cepat dalam tekanan tinggi melalui metode Mental Economy Training. Sementara itu, pelatihan fisik difokuskan pada latihan leher, cardio, koordinasi, dan refleks guna menghadapi tekanan G-Force tinggi seperti pada pembalap Formula 1.

Riccardo juga memaparkan konsep Mental Economy Training, yaitu metode yang melatih otak atlet agar bekerja seefisien mesin Formula 1.

Menurutnya, atlet elite mampu mengambil keputusan cepat dalam tekanan tinggi dengan penggunaan energi mental yang minimal. Kemampuan menjaga fokus, kestabilan emosi, dan efisiensi mental tersebut kemudian dilatih secara sistematis dan berkelanjutan.

Metode tersebut memiliki tiga tahapan utama, yaitu Analisis Objektif melalui pengukuran performa otak berbasis data menggunakan perangkat khusus, Self Awareness untuk meningkatkan kemampuan atlet memahami kondisi dirinya secara akurat, serta Efisiensi Mental guna melatih otak agar mampu bekerja maksimal dengan penggunaan energi yang lebih hemat saat berada di bawah tekanan.

Baca Juga  Insiden Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani Ambruk, Kemenag Berduka dan Prihatin Beri Bantuan

Selain itu, Riccardo turut memperkenalkan konsep Mental Economy Gym di markas Formula Medicine, Viareggio, Italia. Dalam konsep tersebut, atlet menjalani latihan otak melalui tes reaksi, konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, simulasi distraksi, hingga pemantauan aktivitas otak secara langsung menggunakan EEG portable dan perangkat analisis performa lainnya.

Metode yang dikembangkan Riccardo telah digunakan oleh sejumlah pembalap dan atlet dunia seperti Michael Schumacher, Fernando Alonso, Robert Kubica, Charles Leclerc, Antonio Giovinazzi, hingga Jannik Sinner.

Ketum KONI Pusat menyambut baik paparan tersebut dan menyampaikan bahwa pertemuan virtual kali ini menjadi langkah awal strategis dalam memperkuat penerapan sport science di Indonesia.

“Selaku Ketum KONI Pusat, saya mengapresiasi paparan serta program yang disampaikan pada kesempatan ini. KONI Pusat terus mendorong kolaborasi, baik nasional maupun internasional, dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kualitas serta daya saing atlet Indonesia di tingkat dunia. Saya meyakini konsep yang dipaparkan dapat memberikan kemajuan positif bagi olahraga Indonesia,” ujar Marciano Norman.

Baca Juga  Geplak Dorong Pemkab Indramayu Atasi Bangunan Liar di Tanggul Kali Jalan Cimanuk Barat

Dalam kesempatan tersebut, Ketum KONI Pusat juga menyinggung potensi pembalap muda Indonesia, Qarrar Firhand, yang saat ini tengah meniti karier di ajang balap formula dan mendapatkan pembinaan dari Riccardo Ceccarelli.

“Indonesia memiliki pembalap muda potensial, yakni Qarrar Firhand. Saya berharap di bawah bimbingan Pak Riccardo, Qarrar mampu menunjukkan performa terbaiknya dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia balap formula internasional,” lanjutnya.

Tidak hanya menggelar rapat virtual, Ketum KONI Pusat juga berencana melakukan visitasi ke Italia guna melihat secara langsung penerapan konsep dan teknologi yang dikembangkan oleh Formula Medicine.

Melalui pertemuan ini, KONI Pusat berharap ilmu pengetahuan dan metode yang dipaparkan Riccardo Ceccarelli dapat menjadi referensi pengembangan Sport Science nasional, sehingga atlet Indonesia memiliki kesiapan fisik dan mental yang semakin kuat dalam menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya