Juni 1, 2026 14:22
Breaking News

Buntut Tudingan Narkoba terhadap Ulama dan Pesantren Madura, Ketum AMI dan Gus Ghoiron Siap Pimpin Aksi Massa

Surabaya, Bintasara.com Gelombang protes besar diprediksi akan memadati titik-titik strategis di Jawa Timur dalam waktu dekat. Ormas Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara resmi menyatakan sikap protes keras terhadap pernyataan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, yang dinilai telah menyudutkan pesantren dan ulama di tanah Madura terkait isu narkoba.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar S.E., S.H., menegaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan legislator tersebut bukan sekadar kekhilafan lisan, melainkan sebuah bentuk penghinaan serius dan pembunuhan karakter terhadap martabat Ulama dan Pesantren di Madura.

“Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah pembunuhan karakter terhadap Ulama dan Pesantren yang ada di Madura secara sistematis,” tegas Baihaki dengan nada geram, Minggu (12/4/2026).

Baca Juga  TNI Gerak Cepat : Tiga Pelaku Peredaran Narkoba Berhasil Diringkus

Dewan Penasehat Keagamaan AMI, Gus Khoiron, akan memimpin langsung jalannya aksi, Gus Khoiron menyatakan bahwa tuduhan tersebut telah melukai perasaan seluruh santri dan masyarakat di Madura. Ia menekankan bahwa pesantren adalah benteng moral yang tidak pantas dikaitkan dengan stigma negatif tanpa dasar.

“Ulama dan pesantren adalah kompas moral masyarakat kami. Menuduh mereka terlibat dalam jaringan narkoba adalah fitnah keji yang melampaui batas. Kami tidak akan tinggal diam ketika ghirah dan kehormatan guru-guru kami diinjak-injak,” ujar Gus Khoiron.

Ia juga menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk pembelaan harga diri.

“Kami memanggil seluruh santri dan alumni untuk turun ke jalan. Kita tunjukkan bahwa marwah ulama Madura tidak bisa dipermainkan oleh siapapun, termasuk pejabat negara,” pungkasnya.

Baca Juga  Apresiasi Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi

Sebagai bentuk protes konkret, AMI menginstruksikan seluruh elemen masyarakat Madura, mulai dari santri, alumni pesantren, tokoh adat, aktivis, hingga LSM, untuk turun ke jalan.

Aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada 14–15 April 2026 dengan titik lokasi di Kantor DPD PKS Jawa Timur dan Kantor DPC PKS Surabaya. AMI menyebut sekitar 2.000 massa ditargetkan akan turun dalam aksi tersebut.

Dalam selebaran aksi yang tersebar luas, AMI mengusung tiga tuntutan mutlak yang tidak dapat ditawar:

• Pemecatan Aboe Bakar Al-Habsyi: Mendesak partai untuk segera memecat kadernya yang dianggap telah menebar fitnah di forum resmi negara.

• Penuntasan Fitnah Ulama: Menuntut pertanggungjawaban data secara hukum atas tudingan terhadap institusi pesantren.

Baca Juga  TKA SMP 2026 di Kabupaten Bekasi Digelar 6–16 April, Diikuti 40.468 Siswa

• Tegakkan Supremasi Hukum: Meminta aparat kepolisian untuk memproses dugaan pencemaran nama baik ini secara transparan.

Baihaki Akbar menutup pernyataannya dengan seruan yang membakar semangat para pengikutnya. Ia menganggap langkah ini sebagai bentuk pembelaan harga diri yang wajib dilakukan oleh setiap para santri dan putra daerah Madura.

“Kami siap menggempur! Lawan fitnah terhadap ulama dan pesantren Madura. Pecat dan usir Aboe Bakar!” pungkas Baihaki dengan nada tajam.

Hingga berita ini diturunkan, konsolidasi massa terus menguat di berbagai titik di Madura dan Surabaya guna menyambut aksi besar yang dijadwalkan lusa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya