BINTASARA.com, JAKARTA – Agus Subiyanto memimpin langsung acara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah jabatan strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlangsung di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan organisasi dan personel TNI guna memperkuat regenerasi kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas pertahanan negara di tengah dinamika tantangan strategis yang terus berkembang.
Dalam acara yang sedang berlangsung turut hadi para pejabat tinggi TNI, perwira senior, serta sejumlah undangan terkait. Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan mekanisme strategis untuk meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus memperkuat kualitas kepemimpinan di setiap satuan.
Sertijab Jabatan Strategis TNI Berganti
Dalam prosesi Sertijab tersebut, jabatan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI resmi berganti dari Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada Brigjen TNI Muhammad Nas, S.I.P., M.Si.
Selain itu, jabatan Kepala Pusat Kesehatan dan Kedokteran (Kapuskersin) TNI juga mengalami pergantian kepemimpinan dari Laksma TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla., kepada Kolonel Inf Perry Sandhi Sitompul.
Sementara itu, jabatan Kepala Pusat Informasi dan Pengolahan Data (Kapusinfolahta) TNI berganti dari Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko kepada Brigjen TNI Heldi Wira, S.I.P., M.Si.
Pada kesempatan yang sama, jabatan Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) TNI turut berganti dari Brigjen TNI Hendri Wijaya, S.E., kepada Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han.
Pergantian sejumlah pejabat strategis tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga soliditas organisasi TNI sekaligus memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan dan keamanan nasional.
Regenerasi Kepemimpinan Jadi Kunci Adaptasi Organisasi TNI
Panglima TNI menekankan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang harus berjalan secara berkesinambungan di tubuh TNI.
Melalui regenerasi yang terencana, setiap satuan mampu terus beradaptasi terhadap perkembangan situasi global, kemajuan teknologi pertahanan, hingga tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Selain memperkuat organisasi, rotasi jabatan juga menjadi sarana pengembangan karier bagi para perwira tinggi dan menengah TNI agar memiliki pengalaman yang lebih luas dalam bidang operasi, informasi, komunikasi publik, maupun pengendalian strategis.
Berharap dengan adanya pergantian pejabat strategis tersebut, TNI semakin solid, profesional, modern, dan responsif dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



