Juli 2, 2026 13:10
Breaking News

Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Menteri Ekraf Tantang Wisudawan STIAMI Ciptakan Lapangan Kerja

https://bintasara.com/Menteri Ekraf

BINTASARA.com, JAKARTA – Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Institut STIAMI ke-49 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Ia mengajak seluruh wisudawan untuk memanfaatkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan agar mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Teuku Riefky menegaskan bahwa Ekraf bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Menurutnya, generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, memiliki modal besar untuk melahirkan inovasi yang mampu menembus batas budaya maupun negara.

“Ekraf pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, dan adaptif, Generasi Z dan Milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara. Oleh karena itu, tantangan wisudawan bagaimana cara mengoptimalkan potensi agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Teuku Riefky.

Baca Juga  Mendagri Minta Pembebasan BPHTB dan Retribusi PBG Nol Persen Bagi MBR

Menteri Ekraf Bekali Wisudawan STIAMI Hadapi Era Digital dan Indonesia Emas 2045

Menteri Ekraf menjelaskan bahwa Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi dengan perkiraan mencapai puncaknya pada 2045 dengan memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai motor penggerak penciptaan lapangan kerja. Saat ini, lebih dari 53 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif sehingga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menekan angka pengangguran usia 15–39 tahun.

Karakter Generasi Z dan Milenial yang kreatif, adaptif, inovatif, serta dekat dengan perkembangan teknologi juga sangat sesuai dengan kebutuhan industri ekonomi kreatif. Kondisi tersebut tercermin dari data tenaga kerja pegiat ekonomi kreatif Indonesia tahun 2025 yang menunjukkan sebanyak 63 persen berasal dari kalangan Milenial dan Generasi Z.

Selain mendorong semangat berwirausaha, Teuku Riefky juga menitipkan tiga pesan penting kepada para wisudawan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga  Menteri Ekraf: Motorsport Bukan Lagi Sekadar Balapan, Tapi Ekosistem Ekonomi Baru

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global. Untuk itu, para wisudawan saya titipkan tiga pesan penting menuju Indonesia Emas 2045, yaitu terus belajar menghadapi perubahan cepat, berani menciptakan peluang sebagai pencipta lapangan kerja, serta menjaga integritas dengan karakter yang kuat,” tegasnya.

Pemerintah terus mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui delapan kebijakan strategis Asta Ekraf. Kebijakan tersebut mencakup penguatan data, regulasi, pengembangan talenta, penyediaan infrastruktur, perlindungan kekayaan intelektual, perluasan akses pembiayaan, pembukaan pasar, hingga penguatan kolaborasi hexahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan investor.

Indonesia sarana produksi kreatif

Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 yang meliputi aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, program Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, penguatan kelembagaan, serta diplomasi ekonomi kreatif guna memperluas daya saing produk kreatif Indonesia di pasar internasional.

Baca Juga  Menteri Ekraf Sebut Papua Jadi Prioritas Pengembangan Ekraf ini Lokasinya

Sementara itu, Rektor Institut STIAMI, Sylvia Murni, menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Kementerian Ekonomi Kreatif. Ia berharap seluruh wisudawan mampu memanfaatkan peluang besar di sektor ekonomi kreatif untuk menjadi sumber daya manusia unggul yang inovatif, berintegritas, dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kami bangga dan mendukung penuh arahan dari Kementerian Ekraf. Kami berharap para wisudawan ke-49 mampu menangkap peluang di sektor kreatif ini untuk menjadi akselerator SDM yang unggul serta berintegritas,” ujar Sylvia Murni.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri, sektor Ekraf berharap semakin berkembang sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya