BINTASARA.com, JAKARTA – Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Kepala BNPB Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BNPB, Senin (29/6/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, dan turut hadir jajaran pejabat struktural BNPB.
Tiga pejabat tersebut adalah Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P. sebagai Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat, Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat, S.Sos., M.M. sebagai Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan pada Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Inspektur III pada Inspektorat Utama.
Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala BNPB Nomor 177 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BNPB.
BNPB Lantik Tiga Pejabat, Babak Baru Struktur Organisasi BNPB
Dalam sambutannya, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pelantikan kali ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi BNPB. Untuk pertama kalinya sejak BNPB berdiri selama 18 tahun, jabatan struktural Eselon II terisi oleh personel aktif TNI dan Polri.
“Setelah 18 tahun BNPB berdiri, ini hari pertama seorang Eselon II struktural terisi oleh TNI aktif. Bahkan untuk pertama kalinya seorang personel Polri aktif menjadi bagian keluarga besar BNPB secara struktural,” ujar Suharyanto.
Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari proses penguatan organisasi agar mampu menjawab tantangan penanggulangan bencana yang semakin kompleks.
“Saya kira hal ini tidak perlu menjadi perdebatan, karena pada hakikatnya setiap organisasi akan terus berkembang. Untuk menjadikan BNPB lebih baik dan maju, kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan,” katanya.
Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Bencana
Suharyanto menjelaskan bahwa masuknya unsur TNI dan Polri ke dalam struktur organisasi BNPB menunjukkan komitmen lembaga dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, BNPB selama ini telah menghimpun berbagai unsur dalam sistem penanggulangan bencana, mulai dari aparatur sipil negara hingga sembilan unsur masyarakat sipil yang tergabung sebagai anggota unsur pengarah.
Dengan bertambahnya personel dari TNI dan Polri pada jabatan strategis, BNPB berharap mampu meningkatkan efektivitas koordinasi, percepatan respons darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di seluruh Indonesia.
Harapan Kepala BNPB kepada Pejabat Baru
Menutup sambutannya, Suharyanto mengucapkan selamat kepada ketiga pejabat yang baru di lantik dan berharap mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi.
“Kepada Pak Deden, Pak Arief, dan Pak Djohan, selamat atas pelantikannya. Tunjukkan kepada lembaga ini bahwa kehadiran Anda dapat membuat organisasi ini menjadi lebih baik,” tutup Suharyanto.
Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis BNPB dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana nasional melalui sinergi yang semakin solid antara unsur ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.



