BINTASARA.com, Jakarta – Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, melontarkan kritik pedas sekaligus tuntutan tegas terkait kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendesak Kepala BGN, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya serta meminta pemerintah membubarkan program MBG yang dinilainya gagal total.
*Desakan Copot Kepala BGN*
Adi Kurniawan menilai kegagalan demi kegagalan terus terjadi di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana. Mulai dari kasus keracunan massal yang menimpa anak-anak sekolah, dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran, hingga insiden lele mentah yang dikirim ke SMAN 2 Pamekasan. Menurutnya, semua itu menjadi bukti tata kelola BGN sangat kacau.
“Kapolri harus segera memerintahkan jajarannya untuk memanggil dan memeriksa Kepala BGN beserta para wakilnya. Jika ditemukan unsur pidana, maka harus segera ditangkap dan diproses hukum. Ini bukan persoalan kecil, ini menyangkut keselamatan anak-anak bangsa,” tegas Adi Kurniawan.
Lanjut Adi, pada tanggal 04 Maret 2026, BaraNusa bahkan telah melaporkan Kepala BGN ke Bareskrim Polri atas dugaan kelalaian yang menyebabkan keracunan anak-anak serta dugaan mark-up anggaran program MBG.
*Seruan Bubarkan MBG*
Lebih lanjut, Adi Kurniawan menyatakan bahwa program MBG sudah kehilangan arah dan substansi. Ia menilai program yang semestinya fokus pada pemenuhan gizi anak bangsa kini berubah menjadi ladang proyek yang sarat kepentingan dan jauh dari tujuan awal.
“Daripada terus menimbulkan masalah dan berpotensi merugikan keuangan negara, BaraNusa menilai lebih baik program MBG dibubarkan saja. Negara harus fokus pada program yang benar-benar efektif meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Adi Kurniawan juga menyebut bahwa berbagai polemik yang terjadi di lapangan mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan anggaran. Oleh karena itu, BaraNusa mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi besar dalam pelaksanaan program MBG.
*Latar Belakang Kritik*
Kritik BaraNusa tidak muncul tiba-tiba. Belakangan, publik dihebohkan dengan berbagai skandal terkait MBG. Misalnya, ratusan siswa di SMA 2 Kudus harus dirawat di rumah sakit setelah mengonsumsi menu MBG pada akhir Januari 2026. Juga viralnya video paket makanan berisi ikan lele mentah yang dikirimkan ke siswa di SMAN 2 Pamekasan, yang akhirnya ditolak oleh pihak sekolah.
Selain itu, BaraNusa juga menyoroti kebijakan pengadaan puluhan ribu motor listrik dalam program MBG. Di tengah klaim efisiensi anggaran oleh pemerintahan Prabowo Subianto, Adi Kurniawan menilai hal tersebut justru memperlihatkan wajah kebijakan yang jauh dari rasa keadilan. Ia menyebut narasi efisiensi anggaran sebagai kebohongan publik yang dipertontonkan secara terang-terangan.
“MBG hari ini bukan lagi program rakyat, tapi program proyek. Dari dugaan keracunan makanan yang belum tuntas, hingga pengadaan yang tidak relevan—semuanya menunjukkan kegagalan total dalam perencanaan dan pengawasan,” pungkas Adi.



