Juli 17, 2026 14:07
Breaking News

Kadis PUTR Nias: Jalan yang Ditutupi Material Longsor di Desa Ladea Akan Ditangani Senin Depan

Nias, Bintasara.com Soal kondisi akses jalan yang tertimbun material longsor di wilayah Desa Ladea, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Propinsi Sumatera Utara, direspon positif oleh pihak Pemkab Nias melalui Dinas PUTR.

Kadis PUTR Nias Victor S. Waruwu saat dikonfirmasi terkait itu, lewat pesan WhatsApp, Sabtu (11/04/2026), menyampaikan pihaknya akan melakukan penanganan pada Senin.

“Dinas PU telah meninjau lapangan dan hari Senin diupayakan penanganannya,” ujar Viktor singkat.

Diberitakan sebelumnya, material longsor yang menutupi akses jalan tersebut terjadi pada Rabu kemarin, sekitar pukul 16:00 WIB, akibat hujan deras yang melanda wilayah itu. Namun hingga saat ini material longsor tersebut masih dibiarkan begitu saja.

Baca Juga  Warga Binaan Lapas Panyabungan Mengikuti Kegiatan Pembinaan Kepribadian

Jalan yang tertutup tanah longsor itu merupakan jalan penghubung antara Desa Ladea menuju Desa Lolozasai, sehingga beberapa desa terisolasi termasuk Desa Sisobahili.Jalan itu juga termasuk penghubung antara desa Tuhegeo II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Akibat peristiwa itu, tidak ada korban jiwa dan korban luka.

“Ruas jalan yang tertimbun longsor tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dan sangat berdampak bagi beberapa desa karena akses jalan ini digunakan oleh warga yang paling dekat dilalui untuk menuju ke jalan nasional. Sedangkan, jalan lain harus memutar jauh,” tutur salah seorang warga sekitar kepada awak media, yang namanya enggan ditulis, Jumat (10/04/2026).

Baca Juga  Miris, Proyek Peningkatan Ruas Jalan Sogaeadu-Ladea Orahua Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak

Dia juga merasa khawatir, lantaran timbunan material longsor memanjang hingga 30 meter, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Tak hanya itu, ujung material longsor juga hampir mencapai dekat pemukiman warga.

Ia meminta perhatian serius dari pihak pemerintah atau dinas terkait agar segera menurunkan alat berat untuk pembersihan timbunan tanah longsor karena tebalnya material tanah.

“Karena ini juga betul-betul merupakan akses penghubung utama warga ke kota, juga bagi para siswa SD, SMP dan SMA untuk pergi ke sekolah,” tandasnya. (Kris Laoli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *