BINTASARA.com, RANTAU – Integritas Pegawai menjadi fokus utama dalam kegiatan Sosialisasi Konflik Kepentingan serta Monitoring dan Evaluasi Caraka LHKAN yang diikuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau secara virtual, Kamis (6/8).
Melalui kegiatan ini, Rutan Rantau memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang bersih, transparan, profesional, dan akuntabel sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Kegiatan yang berlangsung dari Aula Lantai Atas Rutan Rantau tersebut diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, pejabat struktural, serta seluruh pegawai.
Seluruh peserta mengikuti sosialisasi secara aktif untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas serta pentingnya kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Negara (LHKAN).
Dalam sosialisasi tersebut, narasumber menjelaskan berbagai bentuk konflik kepentingan yang berpotensi muncul di lingkungan kerja, mulai dari pengambilan keputusan yang dipengaruhi kepentingan pribadi hingga penyalahgunaan kewenangan.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan, mekanisme pelaporan, serta strategi penanganan konflik kepentingan agar setiap aparatur tetap bekerja secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain menerima materi mengenai konflik kepentingan, seluruh peserta mengikuti monitoring dan evaluasi Caraka LHKAN.
Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap pegawai memenuhi kewajiban pelaporan harta kekayaan secara tepat waktu, lengkap, akurat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Evaluasi tersebut juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pegawai sehingga dapat segera diberikan solusi yang efektif.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.
“Setiap pegawai harus mampu menghindari segala bentuk konflik kepentingan dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesionalisme, serta akuntabilitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama sehingga tercipta budaya kerja yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tegas Renaldi.
Sementara itu, Kasubsi Pengelolaan, Reno Saputra Sarthio, menilai monitoring dan evaluasi Caraka LHKAN menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kepatuhan administrasi seluruh pegawai.
“Melalui evaluasi ini, kami dapat memastikan proses pelaporan LHKAN berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi pegawai. Harapannya, seluruh jajaran semakin disiplin dalam memenuhi kewajiban pelaporan sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Reno.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Rantau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya integritas, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, serta mendorong terciptanya tata kelola organisasi yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Langkah tersebut sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas dan penguatan reformasi birokrasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.



