BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh terus meningkatkan kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) melalui Pelatihan dan Sertifikasi Mediator Tahap I Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Senin (26/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme PK dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan Pemasyarakatan yang berkualitas.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Justitia Training Center menyelenggarakan pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan.
Melalui program ini, para Pembimbing Kemasyarakatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan mediasi untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan secara profesional.
Bapas Muara Teweh mengutus dua Pembimbing Kemasyarakatan, yaitu Karya dan Irman Saepudin, untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan secara daring sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas diri sekaligus mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan.
Pelatihan Mediator Perkuat Profesionalisme PK
Pelatihan dan sertifikasi mediator memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan.
Kompetensi mediasi dapat membantu PK mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun dialog, mengidentifikasi permasalahan, serta mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan yang konstruktif sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan keterampilan dalam menangani permasalahan yang membutuhkan pendekatan penyelesaian secara dialogis.
Dengan bekal kompetensi yang memadai, PK diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih efektif, objektif, dan bertanggung jawab.
Kepala Bapas Muara Teweh, M. Ading Saidhy, A.Md.IP., S.H., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan Pemasyarakatan.
Menurutnya, pengembangan kemampuan profesional harus terus dilakukan agar pegawai mampu menjawab kebutuhan pelaksanaan tugas yang semakin dinamis.
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PK, khususnya dalam penyelesaian permasalahan melalui pendekatan mediasi secara profesional,” ujarnya.
Bapas Muara Teweh Dukung Pengembangan SDM
Keikutsertaan Karya dan Irman Saepudin dalam Pelatihan dan Sertifikasi Mediator Tahap I Tahun 2026 menunjukkan komitmen Bapas Muara Teweh dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
Bapas Muara Teweh berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, para Pembimbing Kemasyarakatan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kualitas pendampingan, serta mendukung pelayanan Pemasyarakatan yang profesional.
Melalui kegiatan pengembangan kompetensi ini, Bapas Muara Teweh terus mendorong peningkatan kualitas aparatur sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin optimal, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelaksanaan tugas.

