BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Kegiatan bakti sosial Lapas Gunungsitoli hadirkan manfaat bagi 10 warga lewat penyaluran langsung di Ruang Pelayanan pada Jumat (23/10/2026). Aksi ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selain aksi sosial, penyaluran bantu juga bermaksud mempererat hubungan antara institusi pemasyarakatan dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, memimpin langsung proses pendistribusian kepada warga sekitar Lapas.
Lapas Gunungsitoli Hadir untuk Masyarakat
Kehadiran Lapas Gunungsitoli menunjukkan bahwa tugas pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Bantuan tersebut berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial.
Sahat Bangun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian jajaran Lapas Gunungsitoli terhadap masyarakat di lingkungan sekitar.
Menurutnya, pemasyarakatan harus mampu membangun hubungan yang harmonis dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga bantuan tersalurkan dan dapat membantu meringankan kebutuhan penerima serta mempererat hubungan baik antara Lapas Gunungsitoli dan masyarakat,” ujar Sahat Bangun.
Kegiatan Bakti Sosial Lapas Gunungsitoli Perkuat Hubungan dengan Masyarakat
Salah seorang penerima bantuan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dari jajaran Lapas Gunungsitoli.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kepedulian tersebut.
“Terima kasih kepada Lapas Gunungsitoli atas bantuan dan kepedulian yang telah kami terima. Semoga bantuan ini bermanfaat dan Lapas Gunungsitoli terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan sosial kepada 10 warga ini menjadi bagian dari upaya Lapas Gunungsitoli dalam menumbuhkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang baik antara petugas pemasyarakatan dan masyarakat.
Selain memberikan bantuan secara langsung, kegiatan ini berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Hubungan yang harmonis antara Lapas dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang terbuka, humanis, dan berorientasi pada pelayanan.
Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui berbagai bentuk kepedulian dan pengabdian, Lapas Gunungsitoli berharap dapat menghadirkan pemasyarakatan yang humanis, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Gunungsitoli.
Red

