Oktober 23, 2026 19:48
Breaking News

Panglima TNI Anugerahkan KPLB kepada 136 Prajurit, Ini Rangkaian Operasi di Papua

BINTASARA.Com, TIMIKA- Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 136 prajurit atas keberhasilan menjalankan tugas operasi di wilayah Papua. Upacara penganugerahan berlangsung di Aula Mayonif 754/ENK, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (22/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi selama bertugas di Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Sejumlah capaian operasi, mulai dari dukungan reintegrasi anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) hingga penyitaan senjata dan amunisi, menjadi bagian dari rangkaian keberhasilan yang tercantum dalam laporan kegiatan.

Dalam amanatnya, Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan disiplin, keberanian, dan tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama, kesiapsiagaan, serta semangat pantang menyerah dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Indonesia.

“Kenaikan Pangkat Luar Biasa bukan hanya penghargaan atas keberhasilan pelaksanaan tugas, melainkan juga bentuk penghormatan negara kepada para prajurit yang telah menunjukkan integritas, profesionalisme, keberanian, dan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” tegas Panglima TNI.

Prosesi penganugerahan meliputi pembacaan keputusan dan penyematan tanda pangkat kepada para penerima. Melalui penghargaan tersebut, TNI memberikan pengakuan atas kontribusi prajurit dalam menjalankan tugas operasi.

Salah satu capaian yang tercantum dalam laporan kegiatan berasal dari Satgas Intel Mandala VI. Satuan tersebut mendukung proses reintegrasi nasional terhadap empat anggota kelompok OPM yang memilih kembali ke pangkuan NKRI.

Laporan tersebut menyebutkan dua anggota kelompok OPM Kodap XXVIII/Yambi dan dua anggota Kodap X/Tolikara kembali secara sukarela. Mereka juga menyerahkan empat pucuk senjata api laras panjang kepada pihak berwenang.

Selanjutnya, pihak terkait menyerahkan senjata tersebut kepada Pangkoops TNI Habema di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan keamanan di wilayah Papua.

Penghargaan juga diberikan kepada personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir dan Satgas Rajawali V yang terlibat dalam Operasi Badai Kasuari 3.10.

Menurut laporan kegiatan, operasi tersebut menyasar kelompok OPM Kodap IV di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Dalam operasi itu, personel dilaporkan melumpuhkan tiga anggota kelompok tersebut. Mereka juga mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK China, 30 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dan satu butir amunisi kaliber 9 mm.

Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 9 Marinir, Satgas Rajawali V, dan Satgas Elang VI juga terlibat dalam Operasi Badai Kasuari 3.9 di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Laporan operasi menyebutkan personel melumpuhkan dua anggota kelompok OPM Kodap IV. Mereka juga mengamankan satu pucuk pistol jenis revolver, 25 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 10 butir amunisi pistol, serta barang bukti lainnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pemberian penghargaan kepada personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

Selain dua operasi tersebut, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 9 Marinir, Satgas Rajawali V, dan Satgas Elang VI menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.11 di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Operasi tersebut bertujuan menangkap tokoh kelompok OPM yang menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) Kodap IV. Dalam laporan kegiatan, pihak TNI juga mencatat ikrar kesetiaan kepada NKRI yang diucapkan oleh Wakil Panglima Komando Pertahanan IV Sorong Raya.

Laporan itu menempatkan ikrar tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong anggota kelompok kembali ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Agus Subiyanto menegaskan bahwa setiap keberhasilan operasi melibatkan pengorbanan, keberanian, dan keteguhan prajurit yang bertugas di lapangan. Ia juga menyoroti peran prajurit dalam menjaga pertahanan negara, melindungi masyarakat, dan mendukung keamanan di Papua.

“Pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam melaksanakan tugas, tetapi juga dari ketulusan hati dalam menjaga amanah bangsa dan negara. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan loyalitas dalam setiap penugasan,” ujar Agus.

Penganugerahan KPLB kepada 136 prajurit tersebut menjadi bentuk penghargaan institusi atas pelaksanaan tugas operasi. Namun, rincian mengenai pembagian penerima berdasarkan satuan dan jenis operasi masih perlu diperjelas agar publik dapat mengetahui kontribusi setiap satuan secara akurat. (Agung)

By Agung

Kami adalah Jurnalis Bintasara, individu idealis yg membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva