Oktober 23, 2026 19:23
Breaking News

Berdayakan Warga Binaan, Lapas Rantauprapat Hadirkan Tujuh Program Keterampilan

BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT — Pembinaan Kemandirian Warga Binaan menjadi salah satu fokus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Lapas Rantauprapat terus mengoptimalkan program pembinaan berbasis keterampilan kerja dan agrobisnis.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Rantauprapat membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan kemampuan praktis yang dapat mereka manfaatkan untuk membuka usaha maupun memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa pidana.

Program tersebut juga mendukung proses reintegrasi sosial agar warga binaan dapat kembali berperan positif di lingkungan masyarakat.

Petugas seksi kegiatan kerja bersama warga binaan yang telah melalui seleksi minat dan bakat menjalankan berbagai kegiatan pelatihan secara terarah.

Lapas menyediakan tujuh sektor pembinaan kemandirian yang mencakup bidang produksi, jasa, keterampilan teknis, serta pengelolaan sumber daya alam.

Tujuh Program Keterampilan untuk Meningkatkan Kemandirian

Program pertama adalah pembuatan roti atau bakery. Melalui pelatihan ini, warga binaan mempelajari proses produksi roti dengan memperhatikan kebersihan, kualitas bahan, dan cita rasa.

Keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk merintis usaha kuliner.

Kedua, pelatihan menjahit memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari teknik dasar tata busana dan menghasilkan produk tekstil.

Kemampuan ini membuka peluang kerja di bidang konveksi maupun usaha jahit mandiri.

Ketiga, kerajinan tangan mendorong warga binaan mengembangkan kreativitas dengan mengolah berbagai bahan menjadi produk yang memiliki nilai seni dan nilai jual.

Selanjutnya, jasa laundry membekali peserta dengan pengalaman dalam pelayanan pencucian pakaian sekaligus pengelolaan usaha jasa.

Pada sektor teknis, bengkel otomotif memberikan pembelajaran mengenai perawatan dan perbaikan kendaraan bermotor.

Pelatihan ini diharapkan membantu warga binaan mengembangkan kemampuan mekanik yang dapat mereka gunakan untuk mencari pekerjaan atau membuka jasa bengkel.

Sementara itu, sektor perkebunan mengajak warga binaan mengelola lahan produktif melalui kegiatan budidaya tanaman pangan dan sayuran.

Adapun peternakan membekali peserta dengan pengetahuan dasar pemeliharaan dan budidaya ternak. Kedua sektor ini turut mendukung pengembangan agrobisnis, kewirausahaan, dan ketahanan pangan.

Lapas Dorong Warga Binaan Siap Kembali ke Masyarakat

Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.

Pihaknya ingin memastikan bahwa warga binaan memanfaatkan masa pidana untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan masa pidana diisi dengan kegiatan bermanfaat. Melalui pelatihan terpadu ini, warga binaan memiliki bekal nyata untuk membuka peluang usaha atau bekerja secara mandiri kelak,” tegasnya.

Lapas Rantauprapat terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kemampuan warga binaan.

Dengan memberikan kesempatan untuk belajar dan berlatih, program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Melalui pembinaan kemandirian warga binaan yang mencakup tujuh sektor keterampilan tersebut, Lapas Kelas IIA Rantauprapat berupaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal kerja yang bermanfaat, meningkatkan peluang kemandirian ekonomi, dan mendukung keberhasilan reintegrasi sosial setelah mereka kembali ke masyarakat.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva