BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh terus mengembangkan kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pembinaan seni tari.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, ini menjadi salah satu bentuk pembinaan positif yang mendorong warga binaan untuk menyalurkan minat, mengasah bakat, dan meningkatkan keterampilan di bidang seni.
Melalui pembinaan seni tari, Lapas Muara Teweh memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengekspresikan diri melalui gerakan tari yang kreatif dan terarah.
Kegiatan ini juga membantu warga binaan mengisi waktu selama menjalani masa pidana dengan aktivitas yang produktif, bermanfaat, dan mendukung proses pembinaan kepribadian.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti latihan gerakan tari sekaligus mengembangkan kemampuan dalam memahami irama, menjaga koordinasi gerak, dan menyesuaikan gerakan dengan musik.
Proses latihan tersebut mendorong peserta untuk terus belajar, meningkatkan konsentrasi, serta membangun rasa percaya diri ketika menampilkan kemampuan mereka.
Selain mengembangkan keterampilan seni, pembinaan seni tari di Lapas Muara Teweh juga menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.
Warga binaan perlu mengikuti arahan, menjaga ketertiban selama latihan, serta berlatih secara konsisten agar dapat menghasilkan penampilan yang lebih baik.
Kegiatan ini turut memperkuat kekompakan dan kerja sama antar peserta.
Melalui latihan bersama, warga binaan belajar menghargai kemampuan satu sama lain, menjaga keselarasan gerakan, dan membangun hubungan sosial yang positif.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Lapas Kelas IIB Muara Teweh terus mendorong pelaksanaan kegiatan pembinaan yang mampu mengembangkan potensi warga binaan sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Pembinaan melalui seni menjadi salah satu alternatif untuk membangun suasana kegiatan yang positif sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk menunjukkan kemampuan diri.
Melalui kegiatan ini, Lapas Muara Teweh berharap warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Kemampuan bekerja sama, disiplin, percaya diri, dan berkreasi diharapkan dapat mendukung proses reintegrasi sosial ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Dengan mengembangkan pembinaan seni tari secara berkelanjutan, Lapas Muara Teweh menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pengembangan potensi, kreativitas, dan kualitas diri warga binaan.

