Oktober 27, 2026 22:43
Breaking News

Festival Pendekar Nusantara 2026 Satukan 17 Perguruan Silat, Ribuan Peserta Meriahkan Sragen

BINTASARA.Com, SRAGEN- Festival Pendekar Nusantara 2026 melibatkan 17 perguruan pencak silat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada 23–25 Oktober 2026.

Pemerintah Kabupaten Sragen bersama Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) menggelar festival tersebut dengan agenda karnaval, atraksi seni bela diri, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta deklarasi damai.

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, menilai festival ini membuka ruang bagi berbagai perguruan untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarpesilat.

“Kami berharap festival ini tidak berhenti di sini. Mudah-mudahan setiap tahun bisa diselenggarakan untuk memberi ruang bagi pesilat-pesilat di Kabupaten Sragen,” ujar Sunanto.

Selain menampilkan seni bela diri tradisional, festival tersebut mengangkat pesan persatuan melalui pertemuan antarp perguruan. Panitia juga melibatkan pelaku UMKM dan menyiapkan agenda pengamanan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan.

Festival Pendekar Nusantara 2026 menghadirkan 17 perguruan pencak silat dari Kabupaten Sragen.

Selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (23–25 Oktober 2026), peserta mengikuti sejumlah agenda yang memadukan seni bela diri, budaya, dan kegiatan masyarakat.

Karnaval menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai perguruan.

Selain itu, atraksi pencak silat memberikan ruang bagi pesilat untuk memperlihatkan keterampilan dan tradisi masing-masing.

Melalui kegiatan bersama tersebut, penyelenggara mendorong komunikasi lintas perguruan. Dengan demikian, festival tidak hanya menampilkan kemampuan bela diri, tetapi juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk membangun hubungan yang lebih baik.

Sunanto menyambut positif penyelenggaraan Festival Pendekar Nusantara 2026.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sragen yang menyediakan ruang pertemuan bagi perguruan pencak silat.

Menurut Sunanto, keberlanjutan kegiatan menjadi salah satu hal penting agar para pesilat dapat terus berinteraksi dalam suasana kebersamaan.

Ia berharap penyelenggara menjadikan festival tersebut sebagai agenda tahunan.

Dengan penyelenggaraan yang berkelanjutan, berbagai perguruan memiliki kesempatan untuk memperkenalkan seni bela diri sekaligus memperkuat komunikasi di tingkat daerah.

Sunanto juga menyebut PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun memiliki tiga himpunan dan lebih dari 20 ranting di Kabupaten Sragen. Organisasi tersebut menjadi salah satu dari 17 perguruan yang mengikuti festival.

Panitia memasukkan deklarasi damai dalam agenda Festival Pendekar Nusantara 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjaga hubungan antarp perguruan di tengah keberagaman organisasi pencak silat.

Selain deklarasi, penyelenggara berkoordinasi dengan kepolisian dan unsur terkait untuk mendukung keamanan selama rangkaian acara.

Setiap perguruan juga menyiapkan petugas pengamanan internal atau Pamter guna membantu menjaga ketertiban peserta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengaturan kegiatan yang melibatkan banyak peserta.

Namun, penilaian mengenai efektivitas pengamanan tetap memerlukan data pelaksanaan dan keterangan resmi dari panitia maupun pihak terkait.

Sunanto memperkirakan sekitar 6.000 orang mengikuti karnaval dari berbagai perguruan pencak silat.

Selain itu, panitia menyiapkan sekitar 300 pesilat untuk mengikuti peragaan jurus secara serentak.

Agenda peragaan tersebut diarahkan pada upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Meski demikian, jumlah peserta dan status pencatatan rekor perlu mengacu pada konfirmasi panitia serta hasil verifikasi resmi MURI.

Kepastian data tersebut penting agar pemberitaan mengenai skala kegiatan dan pencapaian festival tetap akurat.

Hingga informasi dalam naskah sumber tersedia, belum ada keterangan yang memastikan hasil akhir verifikasi rekor tersebut.

Festival Pendekar Nusantara 2026 juga melibatkan pelaku UMKM melalui stan yang menawarkan atribut pencak silat dan berbagai produk lokal.

Kehadiran stan tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan peserta dan pengunjung festival.

Selain menjadi bagian dari rangkaian acara, pameran UMKM memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, naskah sumber belum memuat data mengenai jumlah stan, nilai transaksi, atau pendapatan pelaku usaha selama festival.

Data tersebut dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dampak ekonomi kegiatan bagi masyarakat setempat.

Pencak silat memiliki unsur seni bela diri sekaligus tradisi budaya.

Karena itu, pertemuan berbagai perguruan dalam Festival Pendekar Nusantara dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan keterampilan, menjaga warisan budaya, dan membangun komunikasi antarpesilat.

Penyelenggaraan kegiatan secara rutin juga berpotensi memperluas ruang interaksi antarp perguruan.

Meski demikian, keberlanjutan festival memerlukan evaluasi penyelenggaraan, koordinasi antarorganisasi, serta pengelolaan kegiatan yang tertib.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Sragen dan FKPSS mempertemukan 17 perguruan pencak silat dalam satu rangkaian kegiatan.

Harapan agar festival berlangsung setiap tahun kini menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Sunanto dalam mendukung persatuan dan pelestarian pencak silat di Sragen. (JK/AG)

By Agung

Kami adalah Jurnalis Bintasara, individu idealis yg membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva