Oktober 27, 2026 19:53
Breaking News

PSHT Sragen Siapkan 1.000 Pesilat untuk Karnaval Festival Pendekar Nusantara 2026

BINTASARA.Com, SRAGEN- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun menyiapkan sedikitnya 1.000 pesilat untuk mengikuti Karnaval Pendekar dalam Festival Pendekar Nusantara 2026, Sabtu (24/10/2026) sore.

Jumlah peserta berpotensi melampaui angka tersebut karena 20 ranting PSHT di Kabupaten Sragen mendapat instruksi mengirimkan minimal 50 orang.

Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, mengatakan peserta akan berasal dari unsur siswa, warga, dan Pamter atau petugas pengamanan internal organisasi.

“Ya, setiap ranting minimal 50 orang. Maksimalnya tidak terbatas. Kemungkinan di atas 1.000 orang yang bakal hadir,” kata Sunanto saat ditemui wartawan di Sragen, Kamis (22/10/2026) sore.

Sunanto menjelaskan, seluruh ranting PSHT di Kabupaten Sragen telah menerima instruksi untuk berpartisipasi dalam karnaval tersebut.

Setiap ranting menyiapkan sedikitnya 50 peserta, sehingga total kehadiran berpotensi melampaui 1.000 orang.

Para pesilat akan mengenakan pakaian resmi PSHT. Selain itu, PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun menyiapkan 30 orang untuk mengikuti kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sunanto menegaskan, pihaknya mengikuti konsep karnaval yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sragen sebagai penyelenggara Festival Pendekar Nusantara 2026.

Festival Pendekar Nusantara 2026 melibatkan 17 perguruan pencak silat. Sunanto menyambut kegiatan tersebut sebagai kesempatan bagi para pesilat untuk berpartisipasi dalam agenda daerah sekaligus memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat.

“Saya sebagai pesilat merasa terjunjung dengan adanya Festival Pendekar. Ini wujud perhatian Pemkab Sragen kepada para pesilat Sragen,” ujarnya.

Menurut Sunanto, festival tersebut menjadi kegiatan baru di Kabupaten Sragen.

Ia berharap agenda itu dapat memperkuat apresiasi terhadap para pesilat sekaligus mendorong perkembangan pencak silat di daerah.

Selain mengikuti karnaval, PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun menyiapkan dua stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kedua stan tersebut akan menjual atribut pencak silat dan perlengkapan yang berkaitan dengan PSHT.

Kehadiran stan UMKM itu menjadi bagian lain dari partisipasi organisasi dalam festival.

Namun, Sunanto tidak merinci target penjualan maupun nilai transaksi yang diharapkan dari kegiatan tersebut.

Terkait potensi gesekan antarpesilat, Sunanto mengaku tidak terlalu khawatir.

Ia menilai setiap perguruan memiliki mekanisme pengamanan internal yang dapat membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Di internal PSHT, Pamter akan ikut menjaga situasi agar tetap aman dan tertib.

Meski demikian, tanggung jawab pengamanan acara tetap berada pada penyelenggara dan pihak berwenang sesuai tugas masing-masing.

Di luar persiapan festival, Sunanto mengungkapkan rencana pembangunan padepokan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun dengan ukuran 22 x 82 meter.

Ia berharap bangunan tersebut nantinya menjadi salah satu padepokan PSHT terbesar di Jawa Tengah.

Rencana itu menjadi bagian dari pengembangan organisasi di tingkat cabang.

Namun, Sunanto belum memerinci jadwal pembangunan maupun tahapan realisasinya.

Melalui partisipasi dalam Festival Pendekar Nusantara 2026, PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun turut mengambil bagian dalam agenda daerah yang mempertemukan berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen. (Joko/Agung)

By Agung

Kami adalah Jurnalis Bintasara, individu idealis yg membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva