BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Panen telur ayam menjadi momentum penting bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua dalam mendorong produktivitas dan kemandirian warga binaan.
Lapas Gunungtua melaksanakan panen perdana telur ayam hasil program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) ketahanan pangan pada Jumat, 4 September 2026.
Kepala Lapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Subseksi Pembinaan dan jajaran pegawai.
Mereka memantau proses panen sekaligus melihat perkembangan program budidaya ayam yang menjadi salah satu bagian dari pembinaan kemandirian di lingkungan Lapas Gunungtua.
Kegiatan panen telur ayam Gunungtua menunjukkan hasil nyata dari pengembangan program ketahanan pangan melalui SAE.
Lapas Gunungtua memanfaatkan sarana dan lahan pembinaan untuk menjalankan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan pemasyarakatan.
Program SAE ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi. Jajaran Lapas Gunungtua juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai media pembelajaran bagi warga binaan.
Melalui keterlibatan dalam pemeliharaan ayam hingga proses panen, warga binaan memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Panen Telur Ayam Perkuat Pembinaan Kemandirian
Kalapas Gunungtua Japaruddin Ritonga menjelaskan bahwa program SAE ketahanan pangan menjadi salah satu langkah nyata untuk mengoptimalkan sarana pembinaan yang tersedia.
Menurutnya, kegiatan produktif seperti budidaya ayam dapat memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan SAE ketahanan pangan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, petugas memberikan ruang kepada warga binaan untuk terlibat dalam aktivitas yang memiliki nilai edukatif dan ekonomis.
Pengalaman mengelola kegiatan peternakan juga dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan, serta kemampuan bekerja secara terarah.
Hasil panen telur ayam sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Kelas III Gunungtua untuk mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Lapas Gunungtua akan terus mengevaluasi dan meningkatkan pengelolaan program agar mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar.
Selain mendukung ketersediaan pangan, program SAE juga memiliki peran strategis dalam memperkuat pembinaan warga binaan.
Kegiatan produktif dapat membantu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih aktif sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan.
Ke depan, Lapas Kelas III Gunungtua berkomitmen memperluas berbagai program pembinaan kemandirian yang memiliki nilai manfaat.
Pengembangan ketahanan pangan melalui SAE diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat keterampilan warga binaan, serta mendukung proses reintegrasi sosial.
Panen perdana ini menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan di Lapas Gunungtua tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menghadirkan proses pembinaan yang mendorong warga binaan menjadi lebih terampil, produktif, dan mandiri.

